TABLOIDBINTANG.COM - Kali ini, Kanaya mendapat pembelaan dari Beni, sementara Arga harus menghadapi sindiran tajam dari Dastan.
Cerita bermula saat Beni, Alisa, dan Kanaya pulang ke rumah dengan penuh keceriaan. Namun suasana berubah seketika ketika mereka mendapati Karina sudah berada di rumah.
Karina meluapkan kemarahannya kepada Kanaya, tetapi Beni segera meminta Kanaya dan Alisa masuk ke kamar agar situasi tidak semakin memanas.
Tak tinggal diam, Beni kemudian menegur Karina. Ia meminta agar Kanaya tidak terus diperlakukan berbeda dibandingkan Alisa. Sikap Beni itu menjadi bukti bahwa ia ingin menjaga keadilan di tengah keluarganya.
Keesokan harinya di sekolah, seluruh anggota teater berkumpul di aula untuk menjalani latihan.
Di hadapan teman-temannya, Kanaya tampil percaya diri membawakan sebuah monolog penuh emosi tentang cinta yang tak tergoyahkan oleh penilaian orang lain. Penampilannya sukses mencuri perhatian dan menunjukkan perkembangan kemampuan aktingnya.
Sementara itu, Arga terlihat termenung sambil menatap layar ponselnya di area parkir sekolah. Ekspresinya memancing rasa penasaran Dastan yang kemudian diam-diam mengintip isi ponsel Arga.
Dengan nada menggoda, Dastan menyindir Arga karena diduga sedang bersedih setelah ditinggalkan seseorang yang dipanggil "Mini".
Sindiran itu membuat Arga terkejut sekaligus kesal. Ia langsung menepis ucapan Dastan, tetapi ekspresinya seolah menyimpan kegelisahan yang belum terungkap.
Akankah pembelaan Beni mampu mengubah sikap Karina terhadap Kanaya? Apa yang sebenarnya terjadi antara Arga dan "Mini"? Saksikan kelanjutan kisah Seindah Masa Remaja episode 10 yang semakin emosional dan penuh kejutan.




