Sekolah Rakyat di Kabupaten Madiun Masih Kekurangan Peminat, Kuota Baru Terisi 261 Siswa

beritajatim.com
3 jam lalu
Cover Berita

Madiun (beritajatim.com) – Program Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 di Kabupaten Madiun masih menghadapi tantangan dalam memenuhi target jumlah peserta didik. Dari total daya tampung sebanyak 1.200 siswa yang disiapkan pemerintah, hingga awal Agustus 2026 baru 261 siswa yang resmi terdaftar. Artinya, lebih dari 900 kursi masih belum terisi meski proses penjaringan calon peserta didik terus dilakukan oleh pemerintah daerah.

Ratusan siswa tersebut terdiri atas 57 peserta didik jenjang sekolah dasar (SD), 114 siswa sekolah menengah pertama (SMP), dan 90 siswa sekolah menengah atas (SMA).

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Madiun, Supriyadi, mengatakan capaian tersebut masih dapat dimaklumi karena Sekolah Rakyat merupakan program baru yang mulai dioperasikan tahun ini. Menurutnya, pemerintah masih terus melakukan sosialisasi sekaligus penjangkauan terhadap keluarga sasaran agar kuota yang tersedia dapat terpenuhi. “Karena memang baru berjalan tahun ini. Ke depan tentu akan kami tingkatkan lagi,” ujarnya.

Menurut Supriyadi, mekanisme penerimaan peserta didik di Sekolah Rakyat berbeda dengan sekolah formal pada umumnya. Program ini tidak menunggu calon siswa datang mendaftar, melainkan pemerintah yang aktif melakukan penjangkauan terhadap keluarga kurang mampu berdasarkan data yang dimiliki.

“Kalau sekolah lain siswanya yang datang mendaftar. Tetapi di Sekolah Rakyat kami yang melakukan penjangkauan kepada masyarakat yang masuk kategori keluarga tidak mampu,” katanya.

Ia menjelaskan, proses penjaringan dilakukan berdasarkan data by name by address dari Kementerian Sosial. Apabila seluruh data sasaran telah ditindaklanjuti, namun kuota masih belum terpenuhi, Dinsos diperbolehkan memperluas penjangkauan kepada keluarga kurang mampu lainnya yang memenuhi kriteria program.

“Kalau seluruh data yang kami miliki sudah dijangkau tetapi masih ada kekurangan, kami bisa melakukan penjangkauan kepada masyarakat lain. Yang penting mereka benar-benar berasal dari keluarga tidak mampu,” pungkasnya. (rbr/kun)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penyu Ditemukan Mati Dibunuh di Pantai Berau Kaltim, Perut Disayat Telur Diambil
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Wanda Danu Putra Ungkap Pengalaman Jadi Komika Senior | SUCI 5 MENIT 5 JUTA
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Bertambah 14 Poin, IHSG Pagi Ini di Level 6.333
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
OJK Catat Aset Asuransi Tembus Rp1.184 Triliun per Juni 2026
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Kini Tertunduk Minta Maaf, Ini Sosok 3 Nakes yang Nyinyir ke Yurizal Tri Chaerawan Pasien BPJS yang Meninggal
• 6 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.