Terkini, Makassar – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sulawesi Maluku kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan peserta melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) Batch II yang digelar di House of Rewako (Cafe & Gallery), Kota Makassar, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sulawesi Maluku, Suci Rahmad, bersama Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan yang diwakili Kepala Bidang Pengembangan, Nureni Lattas.
Kehadiran Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pemberdayaan ekonomi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Program PEKA Batch II diikuti oleh 29 peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan segmen Bukan Penerima Upah (BPU) yang telah mengaktifkan kembali kepesertaannya setelah melakukan klaim Jaminan Hari Tua (JHT).
Sebagian peserta telah merintis usaha sehingga pelatihan difokuskan pada peningkatan literasi keuangan, penguatan wawasan kewirausahaan, serta pemanfaatan dana JHT sebagai modal produktif untuk mengembangkan usaha.
Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai kewirausahaan UMKM, pengelolaan usaha, identifikasi peluang bisnis, hingga pelatihan dasar barista.
Tak hanya menerima teori, peserta juga mendapatkan pengalaman praktik langsung membuat kopi menggunakan peralatan barista sebagai bekal keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.
Kegiatan ini turut menghadirkan pemilik House of Rewako, Ade Sri Rahayu, yang membagikan kisah inspiratif dalam membangun usahanya dari nol hingga berkembang.
Pengalaman tersebut diharapkan mampu memotivasi peserta untuk terus berinovasi dan membangun usaha secara berkelanjutan.
Program PEKA Batch II merupakan kelanjutan dari pelaksanaan Batch I yang sebelumnya menyasar 35 ahli waris penerima manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
Dengan sasaran peserta yang berbeda, BPJS Ketenagakerjaan berharap program ini mampu memberikan manfaat yang lebih relevan sesuai kebutuhan masing-masing kelompok penerima manfaat.
Pelaksanaan kegiatan mendapat respons positif dari para peserta. Antusiasme terlihat dari keaktifan mereka selama sesi diskusi maupun praktik.
Sejumlah peserta juga mengusulkan agar pelatihan serupa dapat dilaksanakan dengan durasi yang lebih panjang serta dilengkapi sertifikasi kompetensi agar keterampilan yang diperoleh memiliki pengakuan formal dan dapat meningkatkan peluang usaha maupun kesempatan kerja.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sulawesi Maluku, Suci Rahmad, mengatakan Program PEKA merupakan salah satu bentuk komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan nilai tambah kepada peserta.
“Program PEKA kami hadirkan sebagai bentuk komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan nilai tambah bagi peserta. Tidak hanya sebatas perlindungan jaminan sosial, namun juga mendorong peserta untuk lebih mandiri secara ekonomi melalui pemanfaatan manfaat JHT secara produktif,” ujar Suci Rahmad.
Ia menjelaskan, BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya memberikan perlindungan melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan, tetapi juga membekali peserta dengan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi agar mampu meningkatkan kemandirian ekonomi.
Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi bagian dari implementasi strategi Coverage, Care, dan Credibility (3C) yang terus diperkuat BPJS Ketenagakerjaan dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi seluruh peserta.
Melalui Program PEKA, BPJS Ketenagakerjaan berharap peserta tidak hanya memperoleh perlindungan sosial, tetapi juga memiliki bekal untuk menciptakan usaha yang produktif, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.




