BNPB Siapkan Opsi Modifikasi Cuaca Padamkan Karhutla di Bromo

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Malang: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membuka kemungkinan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca untuk membantu pemadaman kebakaran hutan di kawasan Gunung Bromo. Namun, opsi tersebut belum dapat dijalankan karena hingga saat ini belum terdeteksi adanya awan hujan yang memenuhi syarat untuk disemai.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menyatakan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus berlangsung guna memantau dinamika atmosfer di wilayah terdampak. Menurutnya, pelaksanaan modifikasi cuaca sangat bergantung pada keberadaan awan potensial.

"Saya atau kami juga sudah berkoordinasi dengan BMKG terkait kemungkinan operasi modifikasi cuaca, ya. Tetapi sampai siang ini, masih belum ada pertumbuhan awan hujan, sehingga dalam beberapa hari untuk operasi modifikasi cuaca belum bisa diselenggarakan," kata Suharyanto di Kota Malang, Rabu, 5 Agustus 2026.

Sambil menunggu peluang pelaksanaan OMC, BNPB memperkuat pemadaman dari jalur udara dengan menyiapkan dua unit helikopter water bombing. Langkah ini diambil untuk membantu tim darat yang kesulitan menjangkau titik api di lereng Bromo akibat medan yang ekstrem.

"Ini yang terbakar ada 10 hektare, ya. Sudah berusaha dipadamkan oleh Satgas darat, tetapi karena letak medannya yang sulit, ya, bahkan yang terbakar ini yang susah dijangkau oleh manusia, sehingga langkah kami berdasarkan informasi dari wilayah, mereka meminta bantuan dari udara, heli water bombing," beber Suharyanto.
 

Baca Juga :

Karhutla Gunung Bromo, BNPB Siapkan Helikopter Water Bombing


BNPB memastikan dua helikopter akan dikerahkan sebagai langkah awal penanganan kebakaran. Suharyanto juga akan meninjau langsung lokasi untuk mengevaluasi perkembangan situasi dan menetapkan kebutuhan pemadaman lanjutan.

Hasil peninjauan akan digunakan untuk menilai kecukupan dua helikopter yang disiapkan. BNPB merujuk pada pengalaman penanganan kebakaran Gunung Bromo pada 2023, di mana dua helikopter water bombing dinilai cukup efektif.

"Dari hasil peninjauan di lokasi, nanti akan ada asesmen apakah dua unit heli water bombing itu cukup. Tapi berdasarkan pengalaman di tahun 2023 di mana Gunung Bromo juga terbakar, dua unit heli water bombing itu juga bisa memadamkan api yang membakar lahan tersebut," tegas Suharyanto.


Lokasi terdampak kebakaran hutan di kawasan Gunung Bromo/BPBD Kab. Malang.


Armada water bombing akan digeser dari daerah lain mengingat BNPB juga masih menangani kebakaran hutan dan lahan di enam provinsi, yaitu Sumatra Selatan, Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Menurut Suharyanto, helikopter yang dikerahkan bisa berjenis Mi atau Sikorsky, tergantung ketersediaan saat mobilisasi. Dukungan udara ini diharapkan mempercepat proses pemadaman di Gunung Bromo.

"Water Bombing-nya ada beberapa jenis, bisa jenis Mi dan bisa Sikorsky, ya. Nanti kita lihat yang hadir yang tersedia. Karena BNPB juga sedang melaksanakan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di 6 provinsi: Sumatra Selatan, Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Untuk mempercepat, rencananya kami akan geser dari 6 wilayah itu supaya bisa membantu pemadaman di Gunung Bromo," jelas Suharyanto.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Warga Pandeglang Pangku Jenazah Naik Motor, Alhmarhum Dibawa oleh Paman
• 1 jam laludisway.id
thumb
Polres Medan Soal Polisi Tinggal Serumah dengan Mantan Istri yang Bunuh Diri
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Penumpang Garuda Indonesia Bisa Dijemput Toyota Alphard, Begini Caranya
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
Situasi Kondusif, Pemerintah Imbau Warga Tak Terpengaruh Hoaks Medsos
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Universitas yang Tidak hanya Lagi Mengajar
• 12 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.