Rupiah Menguat ke Rp17.933 per Dolar AS Usai Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Lampaui Ekspektasi

pantau.com
7 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu menguat 94 poin atau 0,52 persen menjadi Rp17.933 per dolar AS dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp18.027 per dolar AS, didorong sentimen positif dari data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melampaui ekspektasi pasar.

Pertumbuhan Ekonomi Jadi Pendorong Penguatan Rupiah

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menyatakan penguatan rupiah pada perdagangan hari itu lebih banyak dipengaruhi faktor domestik setelah data pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 tercatat lebih tinggi dibandingkan perkiraan pelaku pasar.

Ia mengungkapkan, "Rupiah pada perdagangan hari ini menguat lebih dipengaruhi oleh faktor domestik terkait data pertumbuhan ekonomi kuartal kedua yang lebih tinggi dari ekspektasi pelaku pasar."

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada triwulan II 2026.

Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga konstan (ADHK) pada triwulan II 2026 mencapai Rp3.576,2 triliun.

Nilai tersebut meningkat dibandingkan Rp3.396,6 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, PDB atas dasar harga berlaku (ADHB) pada triwulan II 2026 tercatat sebesar Rp6.552,1 triliun.

Sebelum data tersebut diumumkan, pelaku pasar memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mencapai 5,1 persen.

Sentimen Global Turut Menopang Pergerakan Pasar

Rully Nova menilai tren penurunan harga minyak dunia juga menjadi sentimen global yang mempengaruhi prospek inflasi jangka pendek dan ekspektasi kebijakan suku bunga Amerika Serikat.

Ia mengungkapkan, "Harga minyak turun hingga di bawah 80 dolar AS per barel disebabkan oleh prospek kesepakatan sementara (antara Iran dan AS) yang berfokus pada pembukaan kembali Selat Hormuz."

Penurunan inflasi tersebut diperkirakan membuat pasar memperkirakan Federal Reserve (The Fed) tidak akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

Mengutip Anadolu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Selat Hormuz akan kembali dibuka "dalam waktu sangat dekat" seiring berlanjutnya perundingan dengan Iran.

Donald Trump juga memperingatkan Iran akan menghadapi tindakan militer yang keras apabila kesepakatan tidak tercapai.

Pejabat Iran membantah klaim tersebut.

Iran juga membantah laporan mengenai telah tercapainya kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Pada hari yang sama, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga menguat ke level Rp17.937 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp18.037 per dolar AS.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kesennuma Minato Matsuri 2026, Festival yang jadi simbol Persahabatan Indonesia dan Jepang
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
PIHPS: Harga cabai rawit Rp45.150/kg, telur ayam Rp24.000/kg
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
3 Pemain Berbahaya Singapura yang Bisa Merusak Mimpi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
• 18 jam lalubola.com
thumb
Operator KMP Mutiara Santosa 2 Minta Maaf, Serahkan Penyelidikan ke KNKT
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Austria-Slovakia Catat Rekor Suhu Panas Tertinggi 41 Derajat Celsius
• 3 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.