Korsel Lanjutkan Bangun Jalur Kereta ke Korut pada 2027

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Seoul, VIVA – Korea Selatan (Korsel) akan melanjutkan kembali pembangunan jalur kereta api, yang menghubungkan Seoul dengan Kota Wonsan di bagian timur Korea Utara (Korut), untuk menghidupkan kembali proyek yang terhenti selama satu dekade akibat hubungan yang membeku dengan Pyongyang.

Kementerian Unifikasi Korea Selatan mengatakan dalam sebuah rapat kepada Presiden Lee Jae Myung, Rabu, bahwa pekerjaan konstruksi itu dijadwalkan mulai 2027 dan selesai pada 2029, menurut laporan Yonhap.

Baca Juga :
Media Korea Selatan Soroti Kelakuan Tak Biasa Pemain Vietnam usai Kalahkan Timnas Indonesia 3-0 di Piala AFF 2026
Mengenal Kim Hee-jin, Rekan Setim Megawati Hangestri yang Pernah Bawa Korea Selatan Tembus Semifinal Olimpiade

Proyek tersebut telah diluncurkan pada 2015, tetapi ditangguhkan pada 2016 setelah hubungan lintas batas itu memburuk.

Pada 2024, Korea Utara menghancurkan jalur jalan raya dan kereta api di sepanjang perbatasan yang dijaga ketat sebagai bagian dari upayanya untuk mendefinisikan ulang Korea Selatan sebagai negara musuh.

Dalam pemaparan tersebut, kementerian juga menyampaikan rencana kebijakan utama yang berfokus pada penyelesaian konflik secara damai, pengelolaan krisis, serta dorongan jangka panjang menuju Semenanjung Korea yang bebas senjata nuklir dan terciptanya perdamaian di Asia Timur Laut.

Kementerian itu juga mengemukakan perlunya menghentikan penyebutan Korea Utara sebagai "musuh utama" tidak lagi digunakan untuk sebagai bagian dari langkah membangun hidup berdampingan secara damai dengan Pyongyang dan menghidupkan kembali hubungan Semenanjung Korea yang telah lama membeku.

Saat ini, Korea Selatan menggunakan sebutan "Korea Utara" alih-alih nama resminya, karena Seoul tidak mengakui ada dua Korea sebagai dua negara yang terpisah berdasarkan Perjanjian Dasar Antar-Korea 1991.

Selain itu, kementerian ingin menghidupkan kembali perjanjian pengurangan ketegangan militer antar-Korea yang disepakati pada 2018 serta memanfaatkan Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan "dua Korea" secara lebih damai.

Kementerian tersebut akan merevisi aturan Dana Kerja Sama Antar-Korea agar memungkinkan penggunaan anggaran untuk pembangunan zona ekonomi perdamaian, proyek unifikasi yang diprakarsai sektor swasta, serta penelitian mengenai Korea Utara. (Ant)

Baca Juga :
16 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Korea Selatan, Suhu Tertinggi dalam 122 Tahun
Jepang Turunkan Pemain Bintang di Asian Games 2026, Timnas Voli Putri Indonesia Wajib Waspada
Cerita Prabowo Diminta Presiden Korsel Buka Jalur Dialog dengan Korut

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Empat Pemain Baru PSM Makassar Bakal Gabung di TC di Yogyakarta
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Dunia Tegang! Trump Sebut Iran Tinggal Selangkah Menuju Bencana Besar
• 9 jam laluerabaru.net
thumb
KPK: SGD8.500 Disita dari Ruangan Kepala Imigrasi Jaksel
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Kemunculan Shah Rukh Khan di Bandara London Bikin Heboh, Video Viral di Media Sosial
• 7 jam lalutabloidbintang.com
thumb
5 Lokasi Layanan Mobil Klinik Hewan Keliling Jakarta 5 Agustus 2026
• 20 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.