CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Qatar memastikan proses mediasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran masih terus berlangsung. Upaya diplomatik tersebut dilakukan melalui komunikasi tidak langsung dengan tujuan meredakan ketegangan dan mencegah eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Penasihat Perdana Menteri sekaligus Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari, mengatakan seluruh pihak yang terlibat masih aktif mencari solusi diplomatik.
"Kami dapat mengonfirmasi bahwa upaya tersebut masih terus dilakukan bersama semua pihak," ungkap Majed Al Ansari dikutip dari Antara, Rabu (5/8).
Menurut Al Ansari, proses negosiasi telah memasuki tahap yang sangat maju. Qatar bersama para mediator regional terus berupaya mempertemukan kepentingan kedua negara melalui pertukaran draf kesepakatan.
"Selagi kita berbicara saat ini, kami terus mengupayakan resolusi diplomatik," kata Al Ansari.
lIa menjelaskan Qatar, Pakistan, dan Oman kini menjalin koordinasi erat untuk memfasilitasi komunikasi tidak langsung antara Washington dan Teheran. Ketiga negara berkomitmen menjaga stabilitas kawasan dan mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.
"Semua pihak di kawasan ini sedang bekerja sama untuk menghindari eskalasi," ujarnya.
"Para mediator, yakni Qatar, Pakistan, dan sekarang Oman, semuanya bekerja sama dalam isu tersebut."
Menanggapi situasi di Selat Hormuz, Al Ansari menegaskan bahwa prioritas utama Qatar adalah mencegah konflik meluas sekaligus membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut. Selain itu, Doha juga berupaya menghidupkan kembali dialog diplomatik antara AS dan Iran.
"Apa yang tidak ingin kami lihat saat ini adalah eskalasi besar-besaran di kawasan kami," imbuhnya.
Ia menambahkan, para mediator tengah mengupayakan solusi diplomatik jangka pendek sebagai langkah awal untuk membuka kembali ruang negosiasi yang lebih luas.
Meski perkembangan pembahasan dinilai positif, Al Ansari menyatakan hingga kini belum ada agenda perundingan langsung antara Amerika Serikat dan Iran. Namun, Qatar optimistis komunikasi yang sedang berlangsung dapat membuka jalan menuju kesepakatan yang lebih komprehensif.
"Saat ini kami tidak memiliki rencana apa pun terkait perundingan langsung," ujarnya.
"Namun, kami berharap jika perundingan dapat dimulai kembali dalam waktu dekat, kami akan mampu melangkah maju menuju kesepakatan besar."
Sejauh ini, Qatar bersama Pakistan dan Oman terus memainkan peran sebagai mediator untuk menjaga komunikasi antara kedua negara tetap terbuka. Upaya tersebut diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan diplomatik yang mampu meredakan ketegangan dan menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah.
Sumber: Antara




