Pantau - Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menargetkan laporan keuangan konsolidasi Danantara selesai dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan setelah melalui proses konsolidasi lebih dari 1.000 perusahaan badan usaha milik negara (BUMN).
Dony menyampaikan target tersebut kepada awak media di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Ia mengatakan tahun ini merupakan tahun pertama penyusunan laporan keuangan konsolidasi Danantara sehingga prosesnya membutuhkan waktu lebih panjang.
"Ya sekitar satu sampai dua bulan ke depan," ungkap Dony mengenai target penyelesaian laporan keuangan tersebut.
Proses Konsolidasi dan Eliminasi Laporan KeuanganDony menjelaskan proses konsolidasi melibatkan lebih dari 1.000 perusahaan BUMN.
Ia mengatakan dalam proses tersebut dilakukan eliminasi laporan keuangan untuk menghilangkan transaksi atau pencatatan antarperusahaan di dalam kelompok BUMN.
Menurut Dony, proses eliminasi laporan keuangan dari lebih dari 1.000 perusahaan memerlukan waktu yang cukup panjang.
Saat ini laporan keuangan Danantara berada pada tahap praaudit sebagai bagian dari proses penyusunan laporan keuangan.
Danantara juga menggandeng konsultan keuangan untuk menyusun struktur akun atau chart of accounts.
Penyusunan struktur akun tersebut dilakukan agar laporan keuangan konsolidasi disusun sesuai dengan standar yang berlaku.
Laporan Akan Diaudit BPK Sebelum DipublikasikanDony memastikan laporan keuangan Danantara akan diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebelum dipublikasikan kepada masyarakat.
Ia juga menjelaskan masyarakat yang ingin mengetahui kinerja masing-masing BUMN tetap dapat melihat laporan keuangan setiap perusahaan secara terpisah.
Menurut Dony, laporan keuangan perusahaan seperti Pertamina, Bank Mandiri, dan BRI dapat diakses langsung pada masing-masing perusahaan.
Dony optimistis proses penyusunan laporan keuangan konsolidasi akan berlangsung lebih cepat pada tahun-tahun berikutnya.
Ia menjelaskan optimisme tersebut didasarkan pada semakin terbentuknya pola konsolidasi dan eliminasi laporan keuangan seluruh BUMN sehingga penyusunan laporan pada tahun berikutnya akan menjadi jauh lebih mudah.




