Deal! Ada Kesepakatan Baru soal Selat Hormuz, Iran Untung Besar?

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: REUTERS/Stringer

Jakarta, CNBC Indonesia - Iran dan Oman mengumumkan telah mencapai kesepahaman mengenai koordinat geografis jalur pelayaran di Selat Hormuz, sebuah perkembangan yang berpotensi menjadi langkah penting menuju pembukaan kembali salah satu jalur energi paling strategis di dunia setelah berbulan-bulan terganggu akibat konflik di Timur Tengah.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, pada Rabu (5/8/2026) mengatakan kedua negara kini tengah merampungkan pengumuman bersama terkait kesepakatan tersebut, dengan syarat tidak ada pihak ketiga yang mengganggu prosesnya.

"Iran dan Oman telah mencapai pemahaman mengenai koordinat geografis untuk jalur pelayaran melalui Selat Hormuz," kata Baghaei, dilansir The Guardian.


Pilihan Redaksi
  • AS Bikin Iran Makin Kuat di Timur Tengah, Ini Buktinya
  • Yordania Tiba-Tiba Kumpulkan RI Cs, Sebut Bahaya "Perang Agama"
  • Iran Punya Senjata Lebih Kuat dari Nuklir, AS Dibuat "Mati Kutu"

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kesepakatan tersebut tidak otomatis menjamin keamanan di jalur perairan strategis tersebut.

Baghaei menambahkan bahwa setiap kesepakatan antara Iran dan Oman "tidak dengan sendirinya menjamin keamanan" di Selat Hormuz.

Menurut seorang sumber senior Iran dan dua pejabat kawasan yang berbicara kepada Reuters, kesepakatan yang sedang dibahas itu akan memberikan Teheran kendali atas kapal-kapal yang memasuki Teluk melalui Selat Hormuz.

Jika terealisasi, langkah tersebut akan menjadi salah satu konsesi terbesar yang pernah diberikan kepada Iran terkait pengelolaan jalur pelayaran internasional tersebut.

Kesepakatan Iran-Oman itu juga dinilai sebagai batu loncatan menuju perjanjian gencatan senjata yang lebih luas dengan Amerika Serikat. Perjanjian tersebut diharapkan dapat membuka kembali Selat Hormuz bagi lalu lintas pelayaran internasional serta mengakhiri blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran yang selama ini mengguncang pasar energi global.

Perkembangan itu muncul ketika Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa pengumuman mengenai kesepakatan damai terpisah antara AS dan Iran bisa dilakukan secepatnya pada Rabu.

Namun sumber-sumber yang mengetahui proses negosiasi membantah pernyataan Trump bahwa kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz sudah hampir selesai.

Mereka menegaskan bahwa sejumlah rincian penting masih harus disepakati sebelum kesepakatan dapat diberlakukan.

Apabila nantinya mendapat persetujuan dari Washington, kesepakatan Iran-Oman akan menjadi konsesi signifikan karena memberikan sebagian kendali atas jalur pelayaran tersebut kepada Teheran.

Sebelum perang dimulai, Selat Hormuz berstatus sebagai jalur perairan netral. Namun situasi berubah setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada Februari lalu, yang kemudian mendorong Teheran melakukan serangan terhadap kapal-kapal di kawasan tersebut.

Baghaei menggambarkan pembicaraan antara Teheran dan Muscat berlangsung secara positif.

Ia menyebut proses negosiasi berjalan secara "profesional" dan terus mengalami kemajuan.

"Pembicaraan berlangsung secara profesional dan terus bergerak maju," kata Baghaei.

Ia menambahkan bahwa "kedua pihak telah mencapai pemahaman bersama mengenai parameter geografis jalur yang sedang dibahas."

Menurut Baghaei, jika tidak ada campur tangan dari pihak ketiga, pernyataan bersama antara Iran dan Oman yang memuat pertimbangan utama dan poin-poin kesepahaman pokok kini telah memasuki tahap akhir peninjauan dan penyusunan.

"Jika sejumlah pihak ketiga tidak menghalangi proses ini, pernyataan bersama kedua negara yang memuat pertimbangan utama dan poin-poin penting kesepahaman saat ini berada pada tahap akhir peninjauan dan penyusunan," ujarnya.

 


(luc/luc)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Hormuz Ditutup, Terusan Panama Raup Cuan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono soal Rembesan Tanggul di Muara Baru: Tak Usah Khawatir Berlebihan
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Pihak Ruben Onsu Ungkap Alasan Tak Tampilkan CCTV Secara Penuh
• 21 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Bluebird Raup Pendapatan Rp 2,97 Triliun pada Semester I 2026, Naik 11,3%
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
KDM Fokuskan APBD 2027 untuk Pendidikan, Listrik hingga Akses Daerah Terisolir
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Wamendagri Ribka Haluk Pastikan Pemerintah Usut Dugaan Keracunan di Jayapura
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.