Sulut Didominasi Hari Tanpa Hujan Kriteria Pendek

metrotvnews.com
12 jam lalu
Cover Berita

Manado: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan Hari Tanpa Hujan (HTH) di Sulawesi Utara (Sulut) didominasi kriteria pendek. Kondisi tersebut mengacu pada hasil pemutakhiran data per 1 Agustus 2026.

"HTH kriteria pendek terjadi di 56 lokasi, kriteria panjang (48 lokasi), serta 13 lokasi HTH sangat panjang (lebih dari 60 hari)," kata Kepala Stasiun Klimatologi Sulawesi Utara Aris Yunatas, dilansir dari Antara, Kamis, 6 Agustus 2026. 

Akumulasi curah hujan Dasarian III Juli 2026 berada pada kriteria rendah hingga tinggi. Curah hujan tertinggi 298 milimeter di Tabukan Selatan, Sangihe.
 

Baca Juga :

BMKG Prakirakan Puncak Kemarau di Sulut Terjadi Agustus-September 2026

Ke depan, prediksi cuaca menunjukkan wilayah Sulawesi Utara akan didominasi curah hujan rendah, yakni ?50 mm per dasarian. Kondisi ini diperkirakan terjadi dengan peluang sangat tinggi, mencapai 80–90 persen, pada Dasarian I Agustus hingga Dasarian I September 2026.

Terkait peringatan dini Dasarian I Agustus 2026, cuaca di Sulawesi Utara umumnya tidak berpotensi hujan sedang hingga lebat. Kecuali pada 2 Agustus di sebagian Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

BMKG menyatakan nihil untuk Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi (PDCHT) pada 1–10 Agustus 2026. Sebaliknya, Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis (PDKM) berstatus waspada berlaku untuk Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa.

Sementara untuk status siaga Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kota Bitung, Kota Manado, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Minahasa Utara, dan Siau Tagulandang Biaro.


Ilustrasi hujan. Foto: Medcom.id.


Berdasarkan update pantauan dinamika atmosfer dan laut dasarian III Juli 2026, El Nino berintensitas kuat dengan anomali Suhu Permukaan Laut (SST) di wilayah Nino 3.4 mencapai +2.45. Sedangkan Dipole Mode Samudra Hindia (IOD) berada pada fase netral (+0.715).

Pola angin di Indonesia didominasi angin timuran dan selatan yang lebih kuat dari kondisi normalnya, disertai belokan angin di sekitar ekuator. Anomali SST perairan Indonesia umumnya terpantau normal hingga dingin, kecuali di perairan utara Papua dan barat Sumatra yang relatif lebih hangat.

Kondisi SST ini diprediksi bertahan hingga November 2026 sebelum mulai menghangat pada Desember 2026. BMKG telah mengeluarkan imbauan antisipasi musim kemarau di Sulawesi Utara pada dasarian pertama Agustus 2026.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Suara Hati Ruben Amorim Jelang AC Milan Melawat ke Jakarta untuk Hadapi Chelsea, Keluhkan Hal Ini
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Lagu Kahitna Digandrungi Gen Z, Mario Ginanjar: Ini Anugerah Tak Terganti
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Gibran Tinjau Hasil Revitalisasi SDN 7 Jangka Aceh, Tegur Kadisdik soal Buku
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Persija vs Arema Berebut Peringkat Ketiga Piala Presiden 2026, Marcos: Harus Menang demi Kehormatan Tim
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Film SOLATA angkat realitas pendidikan dan nasionalisme di pelosok
• 16 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.