Jakarta: Ketua Organizing Committee (OC) Piala Presiden 2026, Tsamara Amany, mengungkapkan total perputaran ekonomi dari penjualan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) selama gelaran turnamen pramusim ini telah mencapai Rp1,5 miliar. Angka ini disebut meningkat dibanding pada 2025.
"Angka ini meningkat jauh, meningkat 27 persen dari turnamen Piala Presiden 2025," kata Tsamara dalam jumpa pers menuju laga final Piala Presiden 2026 di Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 5 Agustus 2026.
Baca Juga :
Francisco Rivera Yakin Persebaya Bisa Kalahkan Persib di FinalTsamara menjelaskan, akumulasi nominal tersebut dihitung hingga babak semifinal yang berlangsung pada Selasa lalu. Angka ini dipastikan masih akan terus bertambah mengingat Piala Presiden 2026 masih menyisakan laga puncak perebutan tempat ketiga dan final yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, pada Kamis, 6 Agustus 2026.
"Harapannya besok di final pun kita tetap bisa memberikan dampak yang baik dari sisi kompetisi, dari segi keamanan, dari segi perputaran ekonomi, dan juga tentu saja dari segi kebersihan," tambah Tsamara.
Menurutnya, memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar merupakan nilai utama dari penyelenggaraan Piala Presiden. Pihak penyelenggara bahkan tetap menghadirkan UMKM saat laga semifinal berlangsung meski tanpa kehadiran penonton di dalam stadion.
Sebanyak 25 tenant UMKM tetap berjualan langsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada babak semifinal. Jumlah tersebut disesuaikan dari tahap sebelumnya yang menghadirkan 80 tenant UMKM di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya serta 50 tenant UMKM di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung.
Logo Piala Presiden 2026. Foto: Dok. Instagram.
Roda ekonomi UMKM pada babak semifinal tetap berputar karena pihak penyelenggara menggerakkan seluruh panitia untuk membeli makanan dari 25 tenant tersebut. Selain itu, panitia mengimbau para suporter untuk menggelar agenda nonton bareng (nobar) dengan tetap mengutamakan faktor keamanan dan kenyamanan.
"Saya lihat kemarin sudah ada beberapa yang buat, Bonek buat gitu ya, Viking juga buat gitu. Jadi itu tentu di wilayah teman-teman suporter," tutur Tsamara.
Meskipun laga puncak tetap harus diselenggarakan tanpa penonton di stadion, Tsamara optimistis hal tersebut tidak bakal mengurangi keseruan jalannya pertandingan. "Siapa pun pemenangnya, ya kita tonton. Kami kan panitia harus netral tapi kita akan menikmati sama-sama seperti para suporter dan penonton yang lain," kata Tsamara.



