Cegah Anemia, Remaja Putri di Kabupaten Serang Rutin Diberikan Vitamin

tvonenews.com
15 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Dalam upaya mencegah anemia yang berisiko memicu tingginya angka kematian ibu (AKI) terutama akibat pernikahan dini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang, Provinsi Banten, terus menggencarkan program pemberian vitamin dan suplemen bagi remaja putri.

epala Dinkes Kabupaten Serang Efrizal, di Serang, Rabu, mengatakan bahwa pola konsumsi anak-anak dan remaja saat ini cenderung menyukai makanan cepat saji dan kurang mengonsumsi sayur. Kondisi tersebut membuat asupan gizi menjadi kurang maksimal sehingga membutuhkan intervensi melalui suplemen tambahan.

"Yang kami prihatinkan saat ini adalah kelompok remaja putri. Banyak remaja usia SMA ke bawah yang enggan mengonsumsi vitamin karena takut gemuk. Padahal, vitamin tidak membuat gemuk dan justru sangat penting agar tubuh mereka tidak mengalami anemia," ujar Efrizal.

Ia menjelaskan, kondisi fisik yang belum matang serta riwayat anemia menjadi sangat berbahaya apabila remaja tersebut memutuskan menikah di usia muda. Ketidaksiapan fisik ini menjadi salah satu penyebab utama terjadinya pendarahan yang berujung pada kematian saat hamil muda atau saat proses persalinan.

Terkait data kematian ibu di Kabupaten Serang, Efrizal mengungkapkan bahwa selama enam bulan pertama pada tahun ini tercatat sudah ada 11 kasus kematian. Sementara pada tahun sebelumnya, total angka kematian ibu mencapai 20 orang.

"Berdasarkan perhitungan, target batas dari pemerintah pusat itu di angka 39. Angka kita memang masih di bawah standar tersebut, tetapi harapannya tentu jangan sampai ada lagi ibu yang meninggal," tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi dan pencegahan jangka panjang, Dinkes Kabupaten Serang mewajibkan konsumsi vitamin dan tablet tambah darah bagi kelompok remaja putri.

Lebih lanjut, pihak Dinkes juga memperkuat koordinasi lintas sektoral dengan menggandeng Kantor Urusan Agama (KUA), pihak sekolah, hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan dan pemahaman mengenai besarnya risiko yang ditimbulkan dari pernikahan di bawah umur.(chm)

 

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hadiah Piala Presiden 2026 Meningkat! Juara Dapat Rp8 Miliar
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
OJK Catat 1.941 Layanan Konsumen, Fintech Masih Dominasi Pengaduan di Sulsel
• 15 jam laluterkini.id
thumb
Harga Emas Mengamuk 4% dalam 24 Jam, Semua Penghalang Disingkirkan!
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pelatih PSIM Menilai Cahya Supriadi Layak Jadi Kiper Utama Timnas Indonesia
• 14 jam lalubola.com
thumb
BPBD Jabar Belum Temukan Kerusakan dan Korban Jiwa Imbas Gempa Pangandaran
• 13 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.