Iran dan Oman Capai Kesepahaman Awal Terkait Lalu Lintas di Selat Hormuz

metrotvnews.com
15 jam lalu
Cover Berita

Teheran: Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan bahwa Iran dan Oman telah mencapai kesepahaman mengenai hampir semua isu terkait pengaturan masa depan Selat Hormuz.

“Kesepahaman tersebut mencakup lokasi rute masuk dan keluar bagi lalu lintas maritim,” ujar Kazem Gharibabadi dalam pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita pemerintah Iran, IRNA, seperti dikutip dari Anadolu, Kamis 6 Agustus 2026.

“Namun kesepahaman ini tidak berarti pembukaan penuh Selat Hormuz,” ujar Gharibabadhi.

Gharibabadi menegaskan hal ini justru merupakan model baru yang berbeda dari praktik yang telah berjalan selama 60 tahun terakhir.

"Untuk memasuki tahap kedua, Iran perlu menilai apakah Amerika Serikat benar-benar siap untuk kembali pada komitmennya atau tidak," katanya.

Pembicaraan yang sedang berlangsung antara Iran dan Oman juga berfokus pada "pengaturan tata kelola masa depan" yang bertujuan menetapkan kerangka kerja jangka panjang untuk pengelolaan Selat Hormuz.

Kedua negara, yang terletak di sisi berlawanan dari jalur perairan strategis tersebut, telah melakukan pembicaraan untuk menemukan formula guna membuka kembali selat itu. Iran secara efektif menutup selat tersebut—yang digunakan untuk mengangkut sebagian besar pasokan minyak dan gas dunia—sebagai balasan atas serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel tahun ini.

Para pejabat Iran bersikeras bahwa mereka tidak akan melepaskan kendali tertentu atas selat tersebut, yang sebelum perang merupakan jalur perairan internasional terbuka.

"Koordinat geografis rute yang direncanakan oleh kedua belah pihak telah disepakati," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, sebagaimana dikutip oleh kantor berita pemerintah Iran.

"Jika pihak ketiga tertentu tidak menghambat proses ini, pernyataan bersama dari kedua negara—yang memuat pertimbangan utama dan poin-poin kesepakatan—saat ini sedang dalam tahap akhir peninjauan dan penyusunan,” ujar Baghaei.

Para pejabat yang mengetahui kesepakatan yang sedang dirancang tersebut sebelumnya mengatakan kepada The New York Times bahwa berdasarkan ketentuan kesepakatan itu, kapal-kapal yang menuju Teluk Persia akan melintasi jalur yang dikendalikan oleh Iran dan berada di dekat pantainya. Sementara itu, kapal-kapal yang meninggalkan teluk akan melintasi jalur di dekat Oman.

Berdasarkan komentar yang dilaporkan, Baghaei tidak menyinggung soal pengenaan biaya atau tarif tol bagi kapal-kapal yang melintasi selat tersebut.

Seorang diplomat regional yang mengetahui jalannya pembicaraan mengatakan bahwa para negosiator sedang bekerja keras dan berharap akan hasil terbaik. 

Para pejabat Iran menyatakan bahwa meskipun tidak ada tarif tol yang dikenakan di selat tersebut, kesepakatan itu mencakup "biaya layanan" untuk menanggung dampak lingkungan dari pelayaran, keamanan bagi kapal kargo dan tanker, serta biaya personel. Pendapatan tersebut akan dibagi rata antara Iran dan Oman, ungkap para pejabat Iran.

Namun, seorang pejabat AS yang mengetahui negosiasi tersebut mengatakan pada hari Senin bahwa keterangan pihak Iran itu "tidak akurat," dan bahwa rute "sementara" apa pun yang ditetapkan melalui selat tersebut tidak akan melibatkan persetujuan atau izin dari Iran serta tidak akan dikenakan tarif tol.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Skuad PSM Makassar Belum Komplet, Darije Akui Persiapan Timnya Baru 40 Persen
• 9 jam laluharianfajar
thumb
Peringatan Dini BMKG 7-8 Agustus 2026: Papua Berpotensi Hujan, Sumbar dan Bengkulu Masuk Daftar
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Optimalkan Pelindungan PMI, Kanwil Imigrasi Sumut Perkuat Kolaborasi Strategis Bersama BP3MI
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Misteri Pemilik Ratusan Senjata dalam Bunker Sekolah di Jaksel
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
Paylater Tumbuh 33,5%, Peritel Sebut Konsumsi Ikut Terdongkrak
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.