jakarta.jpnn.com - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan Presiden Prabowo Subianto memerintahkan agar harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak dinaikkan.
Bahlil menjelaskan Prabowo menyampaikan arahan itu dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/8).
BACA JUGA: Survei LKPI: Tingkat Kepuasan Kinerja Presiden Prabowo 79,3 Persen
Rapat itu juga dihadiri Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto dan Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria.
"Kami juga membahas terkait dengan perkembangan harga minyak dunia yang terus terjadi dinamika yang sangat tinggi. Arahan Bapak Presiden memerintahkan agar menjaga harga BBM subsidi untuk tidak boleh dinaikkan," kata Bahlil.
BACA JUGA: Presiden Prabowo Akan Gelar Lomba Kota Paling Bersih, Hadiah Rp 20 Miliar
Dia mengatakan pemerintah juga mempertimbangkan penyesuaian harga BBM non-subsidi apabila harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) di pasar dunia mengalami penurunan.
"Kalau memang harga ICP dunia turun, kita juga yang non-subsidi dipertimbangkan untuk disesuaikan dengan harga pasar. Kalau turun ya turun, jangan dinaikkan. Kira-kira begitu," ujarnya.
BACA JUGA: Presiden Prabowo Minta Perwira Tinggi TNI Jangan Jadi Jenderal Salon
Diketahui, harga minyak turun lebih dari 5 persen, Senin (3/8), setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan perundingan damai dengan Iran akan dilanjutkan dan keputusannya membatalkan serangan militer yang direncanakan terhadap Iran.
Harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan internasional, turun menjadi sekitar 83,40 dolar AS per barel (sekitar Rp 1,5 juta) pada Senin pukul 06.05 GMT (13.05 WIB).
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), yang menjadi acuan AS, juga turun 6 persen menjadi 79,60 dolar AS (sekitar Rp1,4 juta) per barel.
Harga minyak turun tajam seiring dengan meningkatnya harapan terhadap dimulainya lagi diplomasi untuk meredakan kekhawatiran akan gangguan lebih lanjut terhadap pasokan energi dari Timur Tengah.
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) juga telah melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi secara bertahap.
Per 1 Agustus 2026, Pertamax turun dari Rp16.250 per liter menjadi Rp15.950 per liter, Pertamax Green 95 turun dari Rp17.000 menjadi Rp16.600 per liter, serta Pertamax Turbo turun dari Rp19.300 per liter menjadi Rp18.300 per liter.
Sementara itu, harga Pertalite tetap Rp10 ribu per liter, dan Biosolar tetap Rp6.800 per liter. (ant)
Redaktur & Reporter : Ragil




