HARIAN.FAJAR.CO.ID, TEL AVIV— Wakil Wali Kota Tel Aviv, Guy Avner kesal Wali Kota New York Zohran Mamdani mengeritik Israel.
Avner mendesak Mamdani, wali kota Muslim pertama New York, untuk menarik kembali pernyataan-pernyataan sebelumnya dan menantangnya duel di atas ring.
Guy Avner, awalnya mengusulkan pertandingan tinju, namun ia bersedia beralih ke tenis, bola basket, atau bahkan catur. Jenis olahraganya bisa dinegosiasikan, katanya.
Namun, lawan yang ia tuju tidak bisa diganti: Wali Kota New York City, Zohran Mamdani.
Avner mengatakan tantangan terbuka yang ia ajukan kepada Mamdani itu sungguh-sungguh dan dapat menggalang dana untuk amal sekaligus mempertemukan kedua pemimpin kota tersebut secara langsung.
Ia menuduh Wali Kota New York itu menggunakan retorika yang memicu permusuhan terhadap orang Yahudi dan Israel.
“Ini adalah usulan yang sangat serius,” ujar Avner dikutip dari The Media Line.
“Jika Wali Kota Mamdani bersedia, kita bisa bermain bola basket atau catur; olahraga apa pun yang ia inginkan,” lanjutnya.
Tantangan ini muncul setelah beredarnya sebuah video di mana Avner mengundang Mamdani ke atas ring untuk pertandingan amal satu lawan satu dan menyatakan bahwa Mamdani bebas menentukan pihak penerima manfaat dari acara tersebut. Avner memandang usulan pertandingan ini sebagai tanggapan atas pernyataan-pernyataan Mamdani yang ia nilai memusuhi orang Yahudi, Israel, dan Pasukan Pertahanan Israel (IDF).
Avner menyoroti apa yang ia sebut sebagai dukungan Mamdani terhadap gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) serta mengkritik cara Mamdani menyikapi retorika yang menyerukan untuk “mengglobalisasikan intifada.”
Ia juga keberatan dengan penggunaan kata “genosida” oleh Mamdani saat membahas Israel.
Menurut Avner, sikap-sikap tersebut mendorongnya untuk merespons sebagai seorang warga Israel, seorang Yahudi, dan anggota pasukan cadangan militer.
“Saya menentang kekerasan, tetapi hal ini harus dihentikan,” kata Avner.
“Pernyataan-pernyataannya menciptakan suasana yang buruk,” lanjutnya.
Ia melangkah lebih jauh dengan menuduh bahwa perkataan Mamdani turut berkontribusi pada aktivitas antisemitisme di New York maupun di tempat lain.
Avner mengatakan bahwa tinju menjadi pilihannya karena olahraga tersebut akan menarik perhatian dan karena ia memiliki pengalaman di bidang itu.
Ia menyebutkan pernah bertugas di unit kontraterorisme militer Israel dan hingga kini masih menjalankan tugas sebagai anggota pasukan cadangan.
Ia menambahkan, acara tersebut bisa menjadi wadah untuk mendukung tujuan yang disepakati kedua belah pihak, alih-alih sekadar menjadi tontonan politik.
“Bukan berarti saya menentang Mamdani secara pribadi. Saya hanya menentang pernyataan-pernyataannya yang menyudutkan orang Yahudi, rakyat Israel, dan IDF [Pasukan Pertahanan Israel],” tegasnya.
Avner menunjuk Jaffa—tempat tinggalnya—sebagai bukti adanya koeksistensi yang menurutnya luput dari gambaran Mamdani mengenai Israel.
Ia menggambarkan bagaimana warga Yahudi, Muslim, dan Kristen hidup berdampingan, serta mengatakan bahwa Mamdani sebaiknya mengunjungi Tel Aviv dan Jaffa untuk menyaksikan sendiri kehidupan sehari-hari di sana.
Wakil wali kota tersebut mengatakan bahwa ia telah menerima banyak dukungan dari warga sejak melontarkan tantangan itu; ia mengakui bahwa upaya memperjuangkan nasib dan kualitas hidup rakyat Palestina adalah hal yang sah.
Keberatannya, kata dia, tertuju pada retorika yang menurutnya dapat memicu orang untuk menargetkan komunitas Yahudi.
“Saya hanya ingin menatap matanya secara langsung. Saya ingin dia melihat saya dan memahami bahwa kita tidak jauh berbeda,” tandasnya. (amr)





