OISAA Diplomacy School 2026 Sukses Gelar Global Youth Forum dan Gala Dinner di Malaysia

metrotvnews.com
15 jam lalu
Cover Berita

Kuala Lumpur: Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPI Dunia) bersama PPIDK Asiania dan PPI Malaysia sukses menyelenggarakan OISAA Diplomacy School 2026 pada Jumat, 17 Juli 2026, di Kompleks Perdana Siswa, Universiti Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia. Mengusung semangat pengembangan kapasitas generasi muda Indonesia di kancah internasional, program ini menjadi wadah bagi mahasiswa Indonesia dari berbagai negara untuk memperluas wawasan mengenai diplomasi, kepemimpinan, serta kolaborasi lintas budaya.

Sebagai salah satu program unggulan OISAA Diplomacy School 2026, kegiatan ini dirancang untuk membekali para peserta dengan pengetahuan, keterampilan, dan jejaring yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan global. Rangkaian kegiatan terdiri atas dua agenda utama, yaitu Global Youth Forum (GYF) sebagai forum akademik dan Gala Dinner sebagai ajang apresiasi sekaligus penguatan hubungan antarpeserta.

Global Youth Forum (GYF): Membentuk Pemimpin Muda yang Adaptif dan Berdaya Saing Global

Global Youth Forum dimulai pada pukul 15.00 MYT dengan suasana yang khidmat. Acara diawali oleh pembukaan dari Master of Ceremony, dilanjutkan dengan pembacaan doa bersama, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Indonesia Raya, lagu kebangsaan Malaysia Negaraku, dan Hymne PPI Dunia sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai persaudaraan dan semangat kebangsaan.

Rangkaian pembukaan kemudian dilanjutkan dengan sambutan hangat dari Ketua Pelaksana, Nadira Salsabila, dan diikuti sambutan berikutnya disampaikan oleh Andhika Ibrahim Nasution, Ketua PPI Dunia Periode 2025/2026.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh Danang Waskito, Wakil Kepala Perwakilan Republik Indonesia di KBRI Kuala Lumpur. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi inisiatif mahasiswa Indonesia yang terus aktif menciptakan ruang-ruang pengembangan diri melalui kegiatan akademik dan diplomasi. Beliau juga mendorong para peserta untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai bekal dalam membangun jejaring internasional dan meningkatkan kontribusi bagi bangsa.

Sesi seminar diikuti oleh 33 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang akademik dan organisasi. Forum menghadirkan dua narasumber yang memiliki pengalaman luas di bidang kepemimpinan, pendidikan, dan kebijakan publik. Materi pertama disampaikan oleh Akita Arum Verselita dengan tema "Future Skills and Adaptive Leadership". Dalam paparannya, beliau menjelaskan pentingnya penguasaan

keterampilan masa depan seperti kemampuan berpikir kritis, komunikasi efektif, kolaborasi lintas budaya, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan global. Peserta juga diajak memahami bagaimana seorang pemimpin dapat tetap relevan di tengah dunia yang semakin dinamis.
Sesi berikutnya menghadirkan YB Yusmadi Yusoff dengan tema "Adaptive Leadership and Future Skills: Preparing Youth for a Changing World."

Melalui pemaparannya, beliau menyoroti pentingnya kepemimpinan adaptif dalam menghadapi tantangan abad ke-21. Beliau mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengikut perubahan, tetapi juga menjadi aktor yang mampu menciptakan solusi atas berbagai persoalan sosial, ekonomi, maupun global melalui kolaborasi dan inovasi.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi berlangsung. Setelah pemaparan materi, forum dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi secara langsung dengan para narasumber mengenai tantangan kepemimpinan, diplomasi, hingga peluang kontribusi generasi muda dalam pembangunan global.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD). Dalam sesi ini, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan studi kasus serta menyusun solusi terhadap isu-isu global berdasarkan materi yang telah disampaikan. Diskusi berlangsung aktif dan menghasilkan berbagai gagasan inovatif yang mencerminkan kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, dan solutif dari para peserta.

Gala Dinner: Malam Apresiasi dan Penguatan Jejaring

Memasuki pukul 20.00 MYT, rangkaian kegiatan berlanjut dengan Gala Dinner yang dihadiri oleh 21 peserta. Berbeda dengan suasana akademik pada sesi sebelumnya, Gala Dinner menghadirkan atmosfer yang lebih hangat dan penuh kebersamaan sebagai ruang untuk mempererat hubungan antarpeserta, panitia, narasumber, serta tamu undangan.

Acara diawali dengan sambutan dari Luticia Kareina Pitna Putri, Ketua PPI Malaysia Periode 2025/2026, yang kemudian dilanjutkan oleh Andhika Ibrahim Nasution, Ketua PPI Dunia Periode 2025/2026, yang menekankan pentingnya menjaga semangat kolaborasi lintas negara di antara mahasiswa Indonesia sebagai modal utama dalam membangun jejaring global yang berkelanjutan.

Sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi aktif peserta selama kegiatan berlangsung, panitia memberikan apresiasi melalui beberapa kategori penghargaan, yaitu Best Networker Awards, Most Active Participation Awards, dan Best Problem Solver Awards. Penghargaan tersebut diberikan kepada peserta yang menunjukkan kemampuan terbaik dalam membangun jejaring, berpartisipasi aktif selama forum, serta menghasilkan solusi kreatif dalam sesi diskusi kelompok.

Suasana malam semakin semarak dengan penampilan Tari Condong Bali yang dibawakan oleh Komang Ayu. Penampilan tersebut menjadi representasi kekayaan budaya Indonesia sekaligus memperkenalkan seni tradisional kepada para peserta dalam suasana internasional.

Setelah itu, peserta menikmati sesi makan malam bersama yang berlangsung penuh keakraban. Kebersamaan semakin terasa melalui hiburan musik dari D'Dipals, yang mengiringi suasana santai dan interaktif sepanjang malam. Momen ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperluas relasi, berbagi pengalaman, serta membangun kolaborasi lintas daerah maupun negara.

Seluruh rangkaian kegiatan OISAA Diplomacy School 2026 resmi ditutup pada pukul 21.30 MYT dengan sesi foto bersama sebagai simbol keberhasilan penyelenggaraan acara sekaligus komitmen bersama untuk terus memperkuat jejaring mahasiswa Indonesia di tingkat internasional.

Melalui penyelenggaraan OISAA Diplomacy School 2026, PPI Dunia, PPIDK Asiania, dan PPI Malaysia berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah nyata dalam mencetak generasi muda Indonesia yang memiliki kapasitas kepemimpinan, kemampuan diplomasi, serta wawasan global. Ke depannya, program ini diharapkan terus menjadi ruang pembelajaran, kolaborasi, dan pengembangan potensi bagi mahasiswa Indonesia agar mampu berkontribusi secara aktif dalam menjawab berbagai tantangan global serta membawa nama Indonesia di kancah internasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kinerja Ritel Diproyeksi Tetap Tumbuh, Hippindo Bidik Belanja para Wisatawan
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
Sebagian Kawasan Bromo Kebakaran, Jalur Wisata Ditutup Sementara, Ini Proses Penanganannya
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Perumda Air Minum Makassar Peringati HUT ke-102 dengan Tausiah, Perkuat Integritas dan Pelayanan
• 9 jam laluterkini.id
thumb
Menkes soal Viral Nakes Hina Pasien BPJS: Nggak Boleh Nirempati
• 5 jam laludetik.com
thumb
Demand Tinggi, Isuzu Kewalahan Produksi Traga AC
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.