Penguatan ini memperpanjang optimisme pasar setelah ekonomi Indonesia tumbuh lebih tinggi dari perkiraan pada kuartal II-2026.
Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 juga menguat 2,99 poin atau 0,47 persen ke posisi 636,98, mencerminkan sentimen positif yang masih mendominasi pasar domestik.
Seperti diketahui, sehari sebelumnya IHSG ditutup naik 0,50 persen ke level 6.351, didorong oleh data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal II-2026 yang tumbuh 5,29 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Angka tersebut melampaui konsensus pasar yang memperkirakan pertumbuhan sebesar 5,12 persen YoY.
TIm Riset BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan, sentimen positif tersebut meningkatkan optimisme terhadap prospek ekonomi domestik, didukung penguatan rupiah ke Rp17.930 per USD.
Baca juga: Angin Segar dari Wall Street, Kerek IHSG Menguat
Selain itu, meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah, serta berlanjutnya earning season semester I-2026 yang masih menunjukkan kinerja solid juga menjadi penopang penguatan IHSG.
Menurut tim riset, pasar selanjutnya akan mencermati kelanjutan earning season semester I-2026 sebagai katalis utama pergerakan IHSG, serta perkembangan ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed yang berpotensi memengaruhi arus dana asing ke pasar emerging markets.
Secara teknikal, IHSG masih menjaga tren penguatan selama bertahan di atas support terdekat 6.269.
"Indeks kini menguji resistance psikologis 6.400, yang menjadi level krusial untuk menentukan arah pergerakan berikutnya. Apabila mampu breakout dan bertahan di atas 6.400, hal tersebut berpotensi menjadi babak baru penguatan IHSG dengan membuka ruang kenaikan menuju area 6.500," jelas tim riset dikutip pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)




