Menyusui menjadi momen penting bagi ibu dan bayi, terutama pada bulan-bulan pertama kehidupan. Namun, tidak sedikit ibu yang khawatir ketika si kecil tampak sering meminta menyusu. Kondisi ini kerap membuat orang tua bertanya-tanya apakah ASI yang diproduksi sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi.
Padahal, bayi yang sering menyusu belum tentu menandakan produksi ASI kurang, Moms. Ada beberapa faktor yang dapat membuat bayi lebih sering menyusu, mulai dari fase pertumbuhan hingga kebutuhan kenyamanan. Yang terpenting, ibu perlu memahami durasi menyusui yang ideal agar bayi mendapatkan manfaat ASI secara optimal.
Mitos Bayi Sering Menyusu Tanda Kurang ASIDokter spesialis anak Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), mengatakan anggapan bahwa bayi yang sering menyusu berarti ASI ibu tidak cukup merupakan mitos.
"Ini mitos sebenarnya. Jadi kalau bayi sering menyusu, belum tentu ASI ibunya tidak cukup. Selama perlekatan menyusui sudah benar, durasi menyusui yang ideal berkisar antara 20 hingga 30 menit dalam setiap sesi. Dengan durasi tersebut, bayi berkesempatan mendapatkan foremilk dan hindmilk sehingga kebutuhan nutrisinya lebih optimal dan ia bisa merasa kenyang lebih lama,” ujar Prof. Rini saat sesi live Recfon Talks, Rabu (5/8).
Saat menyusui, komposisi ASI yang keluar tidak selalu sama. Pada awal sesi menyusui, bayi akan mendapatkan foremilk, yaitu ASI yang lebih encer dan kaya kandungan air serta laktosa.
Foremilk berfungsi untuk menghilangkan rasa haus bayi sekaligus memberikan energi awal yang dibutuhkan tubuhnya.
Sementara itu, hindmilk adalah ASI yang keluar setelahnya atau di akhir sesi menyusui. ASI ini memiliki tekstur lebih kental dan mengandung lemak lebih tinggi.
Hindmilk berfungsi mengenyangkan bayi dan membantu menaikkan berat badan. Karena itu, bayi perlu menyusu cukup lama agar memperoleh kedua jenis ASI tersebut dan mendapatkan manfaat nutrisi secara optimal.
Ibu Bekerja Tetap Bisa Memberikan ASI EksklusifSelain mitos soal frekuensi menyusui, Prof. Rini juga meluruskan anggapan bahwa ibu bekerja tidak bisa memberikan ASI eksklusif kepada bayinya.
Menurutnya, banyak ibu bekerja yang tetap berhasil menyusui hingga anak berusia dua tahun dengan cara memerah ASI selama jam kerja dan tetap menjaga kedekatan dengan anak saat berada di rumah.
"Ini juga mitos. Banyak ibu bekerja yang tetap bisa menyusui bahkan sampai anak berusia dua tahun. Kuncinya adalah tetap memerah ASI saat bekerja dan menjaga bonding dengan anak," ujar Prof. Rini.
Ia menambahkan, dukungan dari orang terdekat juga berperan penting dalam keberhasilan menyusui.
"Jangan sampai ibu stres karena itu bisa mengurangi produksi ASI," tutupnya.




