Ekonomi Tumbuh 5,29 Persen, Kemiskinan Turun, Mengapa Daya Beli Masyarakat Belum Pulih?

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Penurunan angka kemiskinan menjadi kabar menggembirakan di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,29 persen pada kuartal II 2026. Namun, sejumlah indikator menunjukkan perbaikan tersebut belum sepenuhnya mencerminkan meningkatnya kesejahteraan masyarakat secara merata.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin pada Maret 2026 turun menjadi 22,93 juta orang atau 8,07 persen dari total penduduk. Dibandingkan September 2025, jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 430 ribu orang dari sebelumnya 23,36 juta orang atau 8,25 persen.

Baca Juga
  • Efek Pemangkasan TKD, Pemkot Cimahi Khawatir TPP ASN Terancam
  • Fesyen Lokal Kian Menguat, Discovery Commerce Perluas Pasar dan Tingkatkan Penjualan
  • Pemerintah Tunda Pajak Marketplace hingga November 2026 demi Jaga Daya Beli

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Edy Mahmud mengatakan penurunan kemiskinan terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia. Penurunan terdalam terjadi di Pulau Jawa, yakni sebesar 0,21 persen poin.

Meski demikian, Pulau Jawa masih menjadi wilayah dengan konsentrasi penduduk miskin terbesar, mencapai 12,02 juta orang atau 52,42 persen dari total penduduk miskin nasional. Di sisi lain, tingkat kemiskinan di perdesaan masih mencapai 10,67 persen, jauh di atas perkotaan yang sebesar 6,34 persen.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

BPS juga mencatat garis kemiskinan nasional meningkat menjadi Rp 669.235 per kapita per bulan pada Maret 2026, naik 4,33 persen dibandingkan September 2025 yang sebesar Rp 641.443 per kapita per bulan. Kenaikan garis kemiskinan menunjukkan kebutuhan minimum masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar masih terus meningkat.

Kondisi di perdesaan juga belum sepenuhnya membaik. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) justru mengalami kenaikan di wilayah tersebut. Artinya, sebagian masyarakat miskin di desa menghadapi tekanan ekonomi yang lebih berat dibandingkan enam bulan sebelumnya.

Di sisi lain, pemerintah menilai berbagai program perlindungan sosial mulai menunjukkan hasil. Kementerian Sosial mencatat sebanyak 132.272 keluarga penerima manfaat (KPM) telah tergraduasi atau keluar dari status penerima bantuan sosial pada triwulan III 2026 karena dinilai telah mandiri secara ekonomi.

Pedagang beraktivitas di area lokasi binaan (Lokbin) pasar tradisional Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (28/9/2027). - (Republika/Thoudy Badai)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lihat Anies, Jokowi Masih Punya Harapan Besar untuk Gibran di 2029
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Purbaya Menambah Penempatan Dana SAL di Himbara hingga Hampir Rp400 Triliun untuk Perkuat Likuiditas Perbankan
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Gudang SDN 04 Srengseng Sawah Terbakar, 15 Unit Mobil Pemadam Dikerahkan
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Anggaran MBG Rp268 Triliun, Tapi Daerah Termiskin Belum Terjangkau?
• 5 jam lalukatadata.co.id
thumb
Jualan ke Uniqlo-Adidas Laris, PBRX Kok Malah Rugi dan Kas Menipis?
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.