Gus Yahya Luncurkan Saadatuna, Syarah Lima Prinsip Umat Terbaik ala Nahdlatul Ulama

disway.id
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf meluncurkan Saadatuna, sebuah kitab syarah yang mengupas tuntas Mabadi Khaira Ummah, lima prinsip dasar pembentukan umat terbaik yang digagas oleh KH Mahfudz Shiddiq.

Peluncuran berlangsung di Jakarta dan dihadiri oleh sejumlah pengurus serta tokoh NU. Gus Yahya, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa Saadatuna hadir untuk menerjemahkan nilai-nilai luhur tersebut ke dalam konteks kekinian, terutama dalam menghadapi tantangan digital dan modernitas.

Mabadi Khaira Ummah sendiri terdiri dari lima pilar: ash-shidqu (kejujuran), al-amanah wal wafa bil ahdi (kepercayaan dan menepati janji), al-adalah (keadilan), al-istiqamah (konsistensi), dan taawun (tolong-menolong). Kelima nilai ini, menurut Gus Yahya, menjadi fondasi bagi kehidupan berorganisasi dan bermasyarakat.

Prinsip pertama, kejujuran, ditempatkan sebagai yang paling fundamental. Gus Yahya menekankan bahwa kejujuran bukan sekadar perkataan, tetapi tindakan yang tidak memutarbalikkan fakta. Dalam pergaulan, ketiadaan kejujuran akan merusak hubungan apa pun, termasuk di pasar dan dunia bisnis.

BACA JUGA: Cegah Budaya LGBTQ, Kemenag Siapkan Kurikulum Lintas Agama untuk Siswa Kelas 4 SD-SMA

“Sebelum segala sesuatu, nomor satu itu kejujuran. Makanya KH Mahfudz Shiddiq menempatkan ash-Shidqu itu paling dulu,” ujar Yahya Cholil Staquf di hadapan para hadirin. 

Ia bahkan menyoroti bahwa teknologi canggih sekalipun tidak akan mampu memperbaiki pasar yang penuh dengan ketidakjujuran. Yang lebih penting, kata Gus Yahya, adalah bagaimana orang-orang jujur tetap bisa menang meskipun ketulusan mereka sering tidak terlihat.

“Kadang tukang tipu itu kelihatannya jujur juga. Jadi bagaimana supaya yang jujur beneran ini tetap bisa menang. Itu yang harus kita pikirkan caranya,” tegasnya.

Prinsip kedua, al-amanah wal wafa bil ahdi, berbicara tentang kepercayaan dan pemenuhan janji. Gus Yahya mengingatkan bahwa amanah adalah titipan yang harus dijaga, bukan untuk dimiliki, apalagi diperjualbelikan. Ia memberi contoh konkret terkait pengelolaan data warga NU.

“Data warga ini amanah, bukan milik pengurus. Jadi tidak bisa diperjualbelikan. Tidak bisa dipinjam untuk kepentingan politik atau apa pun. Dan itu harus ada jaminan,” katanya.

BACA JUGA: Gus Ipul Ungkap Deretan Nama Calon Ketum PBNU, Ada Menag Nasaruddin Umar

Untuk itu, PBNU disebutnya sedang membangun sistem teknologi yang mampu menjamin keamanan data warga. Sistem ini memungkinkan warga untuk memverifikasi sendiri bahwa data mereka aman dan digunakan hanya untuk kemaslahatan mereka.

“Saya pribadi siap mempertanggungjawabkan di hadapan warga, di hadapan pengurus, di hadapan Allah swt,” tambah Gus Yahya dengan tegas.

Prinsip ketiga adalah keadilan. Dalam pandangan Gus Yahya, keadilan berarti menempatkan sesuatu pada tempatnya, sehingga semua pengurus dan warga di mana pun berada mendapatkan kesempatan dan fasilitas yang sama. Ia menyoroti ketimpangan yang kerap terjadi antara pusat dan daerah.

“Yang jauh dari ibu kota sering terlambat. Yang dekat dengan Jakarta bisa dapat duluan, yang di Jawa dapat duluan. Sementara di Indonesia timur, di pulau-pulau yang jauh, selalu terlambat,” keluhnya.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sociolla Hadirkan Love Local 2026, Tebar Diskon Up To 50% untuk Produk Lokal
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Spider-Man: Brand New Day Raup Rp 20,6 T dalam Sepekan, Film Terlaris 2026
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Syarat Ekonomi Tumbuh 8%, Ekonom: Tahun Ini Harus Dekati 6%
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Purbaya Bantah Babinsa Dikerahkan untuk Kejar Penerimaan Pajak
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Airlangga Sebut Ekonomi RI Tumbuh 5,29% Jadi Salah Satu yang Top di ASEAN
• 20 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.