VIVA – Persija Jakarta menutup kiprahnya di Piala Presiden 2026 dengan hasil manis. Macan Kemayoran sukses mengalahkan Arema FC 3-1 dalam laga perebutan tempat ketiga yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis, 6 Agustus 2026.
Kemenangan ini sekaligus memastikan tim besutan Shin Tae-yong membawa pulang posisi ketiga setelah gagal melangkah ke partai final.
Persija langsung tampil agresif sejak peluit awal dibunyikan. Hasilnya, baru enam menit pertandingan berjalan, Witan Sulaeman berhasil memecah kebuntuan.
Menerima ruang di dalam kotak penalti, pemain Timnas Indonesia itu melepaskan tembakan mendatar ke tiang dekat yang gagal diantisipasi kiper Arema, Syahrul Trisna. Persija unggul cepat 1-0.
Tertinggal satu gol membuat Arema meningkatkan intensitas serangan. Pada menit ke-12, Gustavo Franca mencoba peruntungan lewat sepakan jarak jauh, namun bola masih melebar dari sasaran.
Upaya Singo Edan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-27. Salim Tuharea sukses memanfaatkan kemelut di depan gawang Persija untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Arema nyaris berbalik unggul menjelang turun minum. Pada menit ke-38, Marcos Vinicius melepaskan tembakan yang masih mampu ditepis Muhammad Hafizh Rizkianur sebelum membentur tiang gawang.
Dua menit kemudian Vinicius kembali menjebol gawang Persija. Namun, gol tersebut dianulir wasit setelah VAR menilai terjadi handball oleh Salim Tuharea dalam proses terciptanya gol.
Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, duel berlangsung semakin terbuka. Persija kembali mengambil alih kendali permainan dan akhirnya kembali unggul pada menit ke-72.
Berawal dari aksi apik Witan Sulaeman di sisi sayap, bola dikirim kepada Arlyansyah Abdulmanan yang berdiri bebas di depan gawang. Tanpa kesulitan, Arlyansyah menuntaskan peluang tersebut untuk membawa Persija memimpin 2-1.
Saat Arema berusaha mengejar ketertinggalan, Persija justru memastikan kemenangan lewat serangan balik cepat pada menit ke-87.
Vitor Dethan melakukan aksi individu sebelum melepaskan penyelesaian dingin yang mengubah skor menjadi 3-1.
Persija sebenarnya sempat mencetak gol keempat melalui Witan Sulaeman pada masa injury time. Namun, wasit menganulir gol tersebut karena Vitor Dethan lebih dulu berada dalam posisi offside sebelum memberikan umpan.





