Jakarta: PT Bank Aladin Syariah Tbk menegaskan pentingnya penguatan ekosistem keuangan syariah digital dalam mendukung transformasi industri dana pensiun di Indonesia. Transformasi digital dan ekonomi syariah dinilai dapat membuka peluang baru bagi industri jasa keuangan, termasuk sektor dana pensiun.
Presiden Direktur Bank Aladin Syariah Koko Rachmadibmengatakan, transformasi digital tidak hanya mengubah cara masyarakat mengakses layanan keuangan, tetapi juga membuka peluang baru bagi industri untuk membangun ekosistem yang lebih terintegrasi. Untuk itu ia mendorong penguatan kolaborasi berbagai pihak.
"Ke depan, kolaborasi antara perbankan syariah, industri dana pensiun, regulator, dan berbagai pemangku kepentingan akan menjadi faktor penting dalam menghadirkan layanan keuangan yang lebih inklusif, efisien, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang," ujar Koko dalam keterangan tertulis, Kamis, 6 Agustus 2026.
Menurut Koko, masa depan industri perbankan syariah ditentukan oleh kemampuan membangun ekosistem digital yang terintegrasi. Perluasan distribusi layanan melalui kanal digital, penguatan kolaborasi lintas industri, serta implementasi open banking menjadi fondasi penting untuk memperluas inklusi keuangan syariah di Indonesia.
Baca Juga :
Digitalisasi Dorong Penetrasi Industri AsuransiKoko menyebut, transformasi digital membawa implikasi penting bagi industri dana pensiun. Di tengah meningkatnya dinamika ekonomi global, pengelolaan dana pensiun memerlukan pendekatan yang lebih adaptif melalui diversifikasi investasi, penerapan prinsip keberlanjutan, serta pemanfaatan ekosistem digital.
"Dana pensiun tidak hanya berperan sebagai pengelola aset, tetapi juga sebagai pengelola masa depan jutaan pekerja Indonesia. Karena itu, kolaborasi antara industri dana pensiun, perbankan syariah, dan ekosistem digital akan menjadi salah satu faktor penting dalam membangun sistem keuangan yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan," tambah Koko.
Ia mengungkapkan, Bank Aladin Syariah terus memperkuat model bisnis berbasis offline-to-online (O2O) melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis guna menghadirkan layanan keuangan syariah digital yang semakin mudah diakses, terintegrasi, dan relevan dengan aktivitas masyarakat.
Hingga kuartal II-2026, Bank Aladin Syariah memiliki total aset Rp15,1 triliun, membukukan laba bersih Rp38,3 miliar, serta lebih dari 3,9 juta nasabah terdaftar yang didukung dengan 25 ribu gerai Alfa Group. Pencapaian tersebut menjadi fondasi bagi perseroan untuk terus memperluas akses layanan keuangan syariah digital.




