tvOnenews.com - Timnas Indonesia akan menghadapi laga hidup-mati saat bertandang ke markas Singapura pada pertandingan terakhir Grup A Piala AFF 2026.
Duel yang digelar di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026), bukan sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga penentu siapa yang berhak melaju ke babak semifinal.
Skuad Garuda datang dengan tekanan besar setelah menelan kekalahan telak 0-3 dari Vietnam pada laga sebelumnya.
Situasi ini membuat tim asuhan John Herdman tidak memiliki pilihan lain selain meraih kemenangan.
Di sisi lain, Singapura hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan satu tempat di fase gugur.
Di balik kekuatan kolektif The Lions, ada satu nama yang wajib mendapatkan perhatian khusus dari lini pertahanan Indonesia, yakni Ilhan Fandi.
Penyerang berusia 23 tahun itu sedang menikmati performa terbaiknya dan menjadi salah satu senjata utama Singapura sepanjang turnamen.
Ilhan Fandi tampil sebagai pembeda dalam dua pertandingan awal Singapura di fase grup.
Ia mencuri perhatian saat mencetak gol salto gunting spektakuler ke gawang Kamboja pada laga pembuka.
Gol tersebut menjadi salah satu gol terbaik sepanjang Piala AFF 2026 sekaligus memastikan kemenangan penting bagi The Lions.
Tak berhenti di situ, Ilhan kembali mencatatkan namanya di papan skor saat membantu Singapura mengalahkan Timor Leste 2-0.
Penampilan konsisten tersebut membuatnya menjadi salah satu pemain paling berbahaya yang harus diwaspadai Timnas Indonesia.
Mengenang gol akrobatiknya ke gawang Kamboja, Ilhan mengaku semuanya terjadi secara spontan.
"Saya mencoba melepaskan diri dari penjagaan lawan. Ketika bola datang, saya tahu tidak bisa langsung menendangnya, jadi saya mengangkat bola terlebih dahulu lalu bertindak berdasarkan insting," ujar Ilhan seperti dikutip dari ASEAN United FC.
"Saya pikir itu gol yang luar biasa. Tentu saja, saya tidak mungkin melakukannya tanpa bantuan rekan-rekan setim."
Laga Kontra Indonesia Punya Arti Spesial
Bagi Ilhan, pertandingan melawan Timnas Indonesia memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar laga fase grup.
Ia ingin membawa Singapura kembali menjadi kekuatan utama di Asia Tenggara setelah sempat mengalami penurunan prestasi dalam beberapa tahun terakhir.




