Sintya Marisca Riset Gerak-gerik Polisi demi Perannya di Serial Chef In Crime

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Sintya Marisca mendapatkan tantangan baru dalam karier beraktingnya lewat serial Chef In Crime. Dalam serial bergenre culinary crime thriller ini, Sintya berperan sebagai Vita (atau Servita), penyidik kepolisian yang harus mengusut kasus pembunuhan di dunia kuliner.

Untuk mendalami peran tersebut, Sintya melakukan riset mengenai perilaku aparat penegak hukum. Ia menyadari bahwa citra aslinya yang santai sangat berbeda dengan karakter polisi yang harus berwibawa.

"Di mana kan dari Servita ini jadi seorang polisi harus punya attitude yang berbeda sama Sintya Marisca. Sintya Marisca mungkin lebih santai, lebih slow, tapi ketika jadi polisi kita harus adaptasi sama apa yang sudah diterapkan," ujar Sintya Marisca dalam jumpa pers di Semanggi, Jakarta Pusat.

Salah satu metode riset unik yang ia lakukan adalah dengan mengamati langsung rekan rekan polisi saat sedang beraktivitas santai, seperti bermain olahraga padel.

"Kalau diajarin megang senjata enggak, tapi megang raket iya, raket padel. Kalau aku lebih ke kebiasaan mereka ya. Maksudnya ketika ada bawahan mereka ngomong ke atasan seperti apa, gerak-geriknya mereka selama kehidupan sehari-harinya seperti apa," jelas Sintya.

Sintya melakukan observasi diam-diam agar mendapat gestur yang natural.

"Enggak (nanya-nanya), aku malah malu kan. Aku diam-diam, tiba-tiba aku jadi intel. Iya, aku lebih ke merekam lewat mata aja sih. Terus di rumah aku pelajari lagi," tambah Sintya.

Selain observasi, Sintya juga memperkaya referensinya melalui tontonan hingga sosok polisi lokal yang viral di internet. Ia menyebut nama Ambarita sebagai salah satu referensi untuk melihat polisi berkomunikasi dengan masyarakat.

"Banyak (referensi), '9-1-1'. Tapi kayak kejauhan. Cuma kalau ada yang lebih dekat, kenapa enggak yang dipakai lebih dekat kan? Apalagi melihat langsung. Aku nontonnya etisnya memang polisi luar, tapi kalau mau lebih dekat ya tinggal lihat Ambarita," ungkap Sintya.

Bagian paling sulit bagi Sintya adalah mengubah body language dan cara bicaranya. Ia harus menekan sisi dirinya yang suka bercanda.

"Cara jalan sih. Biasanya aku ya udah emang begini, tapi ini enggak, gue harus berwibawa tersendiri. Sangat beda sih dari Sintya Marisca yang biasa. Sintya kan suka joget-joget, kalau Servita kan enggak bisa," tutup Sintya.

Serial karya Sondang Pratama ini terdiri dari delapan episode berdurasi rata-rata 35 menit. My Chef In Crime bisa disebut serial pertama Indonesia produksi Vision+ yang memadukan elemen misteri pembunuhan, investigasi, drama keluarga, serta romansa yang berkembang secara perlahan (slow-burn romance).

Serial ini dibintangi oleh Roy Sungkono sebagai Rama, Sintya Marisca sebagai Detektif Vita, Sarah Felicia, Jeremie Tobing, Ajeng Fauziiah, Sarah Sechan, dan siap tayang mulai 14 Agustus.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
El Nino Panjang Diprediksi hingga Oktober, Pemprov DKI Siapkan Modifikasi Cuaca
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Ini Keadaan yang Buat Koruptor Bisa Dihukum Mati Menurut UU Tipikor
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Akses Exit Tol Jogja-Solo Diperpanjang, Perkuat Konektivitas ke Gunungkidul
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Rupiah Menguat ke Rp17.911 per Dolar AS, Penurunan Harga Minyak dan PDB Indonesia Jadi Penopang
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Kalahkan Semen Padang dalam Uji Coba Pramusim, Bhayangkara FC Mantapkan Chemistry Antarlini
• 10 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.