Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung optimistis delegasi DKI Jakarta mampu meraih juara umum pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Nasional.
Hal itu disampaikan Pramono usai menutup MTQ Piala Gubernur DKI Jakarta Tahun 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (6/8).
Pramono mengatakan pelaksanaan MTQ tahun ini menjadi modal penting bagi Jakarta untuk menghadapi MTQ Nasional XXXI yang akan digelar di Semarang pada 11-20 September 2026. Menurutnya, sistem penyelenggaraan berjenjang dari tingkat kelurahan hingga provinsi telah melahirkan banyak bibit unggul.
“Seperti yang kita ketahui, tadi sudah diumumkan pemenangnya adalah Kota Administrasi Jakarta Selatan sebagai juara umum MTQ. Dan juga ini adalah persiapan untuk DKI Jakarta mengirimkan peserta MTQ untuk nasional yang akan diadakan di Kota Semarang. Dan saya sebagai Gubernur Jakarta berharap mudah-mudahan Jakarta bisa juara umum,” kata Pramono dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, MTQ DKI kini dimulai dari tingkat kelurahan, kemudian berlanjut ke kecamatan, kota/kabupaten administrasi, hingga provinsi. Menurutnya, perubahan sistem tersebut membuat antusiasme masyarakat meningkat dan memunculkan banyak talenta baru dalam bidang tilawah Al-Qur’an.
“Acara yang kita selenggarakan ini adalah acara yang berjenjang, yang dulunya hanya mulai pada level provinsi, sekarang dimulai dari kelurahan, kemudian kecamatan, kabupaten/kota sampai dengan provinsi,” ujarnya.
Pramono mengaku perubahan format itu merupakan usulannya. Ia menilai langkah tersebut berhasil membuat pelaksanaan MTQ di Jakarta semakin semarak.
“Saya adalah orang yang paling bergembira pelaksanaan MTQ ini, karena dulu MTQ langsung pada tingkat provinsi. Saya yang mengusulkan untuk diubah mulai dari tingkat kelurahan. Kelurahan naik ke kecamatan, kecamatan, kota, kabupaten, baru provinsi, dan nanti pemenangnya akan kita kirim secara nasional. Inilah yang membuat MTQ di Jakarta begitu bergemuruh, yang dulu adem ayem, sekarang muncul bakat-bakat yang luar biasa,” tuturnya.
Menurut Pramono, MTQ tidak sekadar menjadi ajang perlombaan membaca Al-Qur’an. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana syiar Islam sekaligus membentuk generasi muda yang mencintai Al-Qur’an.
“Bagi saya pribadi perlombaan ini bukan hanya sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi lebih bagaimana syiar agama Islam dan juga pembentukan generasi yang mencintai Al-Qur’an itu di Jakarta semakin bersemai dengan sangat baik,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) DKI Jakarta M Ali Fahmi mengatakan MTQ Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 telah berlangsung selama 8 hari, mulai 29 Juli hingga 5 Agustus 2026.
Menurut Ali, MTQ tahun ini berhasil melahirkan kader-kader potensial di berbagai cabang lomba. Para pemenang selanjutnya akan mengikuti pembinaan melalui training center (TC) sebagai persiapan mewakili DKI Jakarta pada MTQ Nasional.
“MTQ Piala Gubernur DKI Jakarta Tahun 2026 Tingkat Provinsi DKI Jakarta telah menghasilkan kader potensial dan berkualitas pada semua cabang dan golongan. Kader-kader tersebut selanjutnya akan dibina secara intensif melalui pembinaan (di) training center sehingga benar-benar siap, baik fisik maupun mental, untuk menjadi Duta Provinsi DKI Jakarta pada event MTQ ke-32 Tingkat Nasional Tahun 2027,” ujar Ali.





