BRIN Luncurkan Program Goes to Nobel Prize, Siapkan Ilmuwan Berkelas Dunia

katadata.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meluncurkan program BRIN Goes to Nobel Prize untuk mendorong lahirnya ilmuwan Indonesia yang mampu menghasilkan riset berkelas dunia dan berpeluang meraih Nobel.

Keterangan tersebut disampaikan oleh Kepala BRIN, Arif Satria, saat menyampaikan sambutan acara Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan 150 periset BRIN di Istana Merdeka Jakarta pada Kamis (6/8).

Arif menyampaikan program tersebut menjadi bagian dari strategi BRIN dalam meningkatkan dampak ilmu pengetahuan melalui penguatan budaya riset, kolaborasi ilmiah, dan regenerasi talenta sains.

BRIN menjalankan program itu bersamaan dengan BRIN Goes to School dan BRIN Goes to Kampus guna memperluas ekosistem riset sejak jenjang pendidikan hingga perguruan tinggi.

“Untuk meningkatkan dampak ilmu pengetahuan, BRIN menjalankan program BRIN Goes to Nobel Prize, BRIN Goes to School, BRIN Goes to Kampus untuk memperkuat budaya riset, kolaborasi ilmiah, dan regenerasi talenta sains,” kata Arif.

Arif menjelaskan BRIN saat ini mengelola jaringan fasilitas riset strategis yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Fasilitas tersebut mencakup reaktor nuklir, observatorium terbesar di Asia Tenggara, stasiun bumi satelit, laboratorium genomik, pusat komputasi berkinerja tinggi yang masuk dalam jajaran 500 terbaik dunia, hingga fasilitas pengujian pesawat, kereta api, roket, dan teknologi kemaritiman.

Keberadaan infrastruktur itu diharapkan menjadi fondasi agar Indonesia mampu mengembangkan teknologi secara mandiri dan meningkatkan daya saing riset nasional.

Dalam kesempatan itu, Arif juga memperkenalkan teknologi Adsorbed Natural Gas (ANG) kepada Prabowo. Teknologi tersebut memungkinkan gas alam disimpan pada tekanan sekitar 30 bar, lebih rendah dibandingkan teknologi Compressed Natural Gas (CNG) konvensional melalui pemanfaatan Metal Organic Framework (MOF).

“BRIN telah membangun sister-lab bersama peraih Nobel dari Jepang Susumu Kitagawa. Berdasarkan perhitungan awal, teknologi ini mampu berpotensi menghemat hingga sekitar 26 triliun rupiah per tahun terhadap beban subsidi LPG,” ujar Arif.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Drone Water Spray Dikerahkan Guna Padamkan Karhutla di Kawasan Gunung Bromo
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Gandeng China, Pemerintah Siapkan Madura Jadi Magnet Investasi Baru
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Menkes Sedih Ada Kasus Dokter Cibir Pasien BPJS: Kita Harus Punya Empati
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
WN Portugal Ngamuk dan Lempar Penumpang Lain di Bandara Ngurah Rai, Bali
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Indonesia Kaya-Jakarta Art House Hadirkan Home Sweet Loan Lewat Karya Musikal
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.