Wakapolri Bicara Penguatan Pusat Studi Kepolisian di Palangka Raya

kumparan.com
1 minggu lalu
Cover Berita

Wakapolri Komjen Prof. Dr. Dedi Prasetyo bicara terkait terbentuknya Pusat Studi Kepolisian Universitas Palangka Raya yang dibentuk pada 10 Maret 2026 lalu.

Saat ini, tim Tim Asistensi Pusat Studi Kepolisian STIK-PTIK Lemdiklat Polri telah melakukan pertemuan dengan jajaran Universitas Palangka Raya.

Komjen Dedi mengatakan, penguatan jejaring Pusat Studi Kepolisian merupakan strategi Polri dalam membangun organisasi pembelajar (learning organization) yang mampu menghadapi tantangan keamanan masa depan.

"Polri membutuhkan kehadiran kampus, begitu juga kampus membutuhkan ruang implementasi bagi hasil risetnya. Pusat Studi Kepolisian menjadi titik temu keduanya. Di sinilah ilmu pengetahuan bertemu pengalaman lapangan untuk melahirkan solusi yang berdampak nyata bagi masyarakat," ujar Dedi lewat keterangannya, Kamis (6/8).

Menurutnya, tantangan kepolisian saat ini berkembang semakin kompleks. Perkembangan teknologi, kecerdasan artifisial, kejahatan siber, perubahan iklim, hingga dinamika sosial menuntut Polri memiliki SDM yang tidak hanya kuat dalam pelaksanaan tugas, tetapi juga mampu berpikir kritis, melakukan analisis, dan menciptakan inovasi.

"Pusat Studi Kepolisian adalah ruang untuk membangun polisi yang cerdas. Hasil penelitian tidak boleh berhenti menjadi karya akademik, tetapi harus menjadi dasar penyusunan kebijakan, pengembangan model pemolisian, dan inovasi pelayanan kepada masyarakat. Reformasi Polri harus dibangun di atas fondasi ilmu pengetahuan," tegasnya.

Penguatan Pusat Studi Kepolisian Universitas Palangka Raya merupakan bagian dari pengembangan jejaring nasional yang terus diperluas Polri. Hingga Agustus 2026, Polri telah menjalin 79 Nota Kesepahaman (MoU) dengan perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Dari jumlah tersebut, 38 kerja sama telah ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan menghasilkan 54 Pusat Studi Kepolisian, termasuk Pusat Studi Kepolisian STIK-PTIK Lemdiklat Polri.

Pusat Studi Kepolisian

Penguatan tersebut dibahas dalam pertemuan strategis Tim Asistensi Pusat Studi Kepolisian STIK-PTIK Lemdiklat Polri bersama Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan Kurniawan, serta jajaran Universitas Palangka Raya.

Tim asistensi tersebut terdiri atas Komjen Pol. Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si., Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si., dan Irjen Pol. Dr. Barito Mulyo Ratmono, M.Si.

Pertemuan itu turut dihadiri Wakapolda Kalimantan Tengah Brigjen Pol. Drs. Yosi Muhammartha, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Palangka Raya Prof. Bayu Rama, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Dr. Ir. Herry, M.P., Ketua Pusat Studi Kepolisian Universitas Palangka Raya Dr. Fransisco, S.H., LL.M., serta Wakil Dekan II Fakultas Hukum Andika Wijaya, S.H., M.H.

Forum tersebut menandai tahapan baru pengembangan Pusat Studi Kepolisian Universitas Palangka Raya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menjelang Peringatan HUT RI, PA GMNI Singgung Pentingnya Menghadirkan PPHN
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Mantan PM Zhu Rongji Meninggal Dunia, Kenangan akan Reformasi Muncul Kembali di Tengah Pengamanan Ketat di Beijing
• 6 jam laluerabaru.net
thumb
Pilot Positif Ganja, Pesawat Bawa 145 Orang Tiba-Tiba Terjun 300 Kaki
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Sudah Ada di Tanah Air, 2 Eks Pemain Eredivisie Ini Bisa Dinaturalisasi dan Perkuat Timans Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Kemenlu Buka Suara soal Asap Karhutla Ganggu Malaysia
• 5 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.