Pantau - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjajaki kerja sama di sektor industri dan teknologi perkapalan dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) setelah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Konsul Jenderal RRT di Surabaya, Ye Su, serta delegasi Angkatan Laut RRT di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, dalam rangka kunjungan persahabatan dan latihan terpadu armada Angkatan Laut Tiongkok pada 2–6 Agustus 2026.
Khofifah menilai pertemuan tersebut menjadi langkah awal yang strategis untuk memperluas kemitraan industri dan teknologi perkapalan antara Indonesia dan RRT mengingat Indonesia merupakan negara maritim dengan wilayah laut yang sangat luas.
Khofifah mengungkapkan, "Menarik sekali, kita bisa mendiskusikan banyak hal, saya sendiri banyak mendengarkan bagaimana perkembangan teknologi industri perkapalan yang berkembang di Tiongkok."
Pembahasan Alih Teknologi dan Penguatan Sektor MaritimKhofifah menegaskan pentingnya alih teknologi untuk memperkuat kapasitas TNI Angkatan Laut sekaligus meningkatkan kemampuan industri maritim nasional.
"Ini menjadi penting untuk mentransfer teknologi yang bisa menguatkan dari seluruh kapasitas TNI Angkatan Laut serta industri di sektor maritim," ungkap Khofifah.
Ia menjelaskan Surabaya merupakan pusat kekuatan maritim nasional karena menjadi lokasi Markas Komando Armada II, Korps Marinir, Komando Daerah Angkatan Laut V, Akademi Angkatan Laut, serta PT PAL Indonesia yang menjadi sentra industri perkapalan dan pertahanan laut nasional.
Kunjungan tersebut berlangsung bersamaan dengan kedatangan dua kapal Angkatan Laut Tiongkok, yakni kapal latih Qi Jiguang-83 dan kapal pendarat amfibi Kun Lun Shan-998, yang bersandar di Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Warisan Cheng Ho dan Penguatan Hubungan BilateralSelain membahas kerja sama industri dan teknologi perkapalan, kedua pihak juga mendiskusikan warisan Laksamana Cheng Ho yang dikenal membawa nilai perdamaian, semangat persahabatan antarbudaya, serta toleransi beragama di Nusantara.
Delegasi Angkatan Laut RRT dipimpin oleh Komandan Armada Kapten Senior Liu Zhanfeng.
Konsul Jenderal RRT di Surabaya, Ye Su, menyampaikan bahwa kunjungan armada Angkatan Laut Tiongkok ke Surabaya merupakan kunjungan kedua sejak 2023 yang mencerminkan persahabatan dalam hubungan bilateral Indonesia dan Tiongkok.
Ye Su mengungkapkan, “Saya merasakan bahwa Provinsi Jawa Timur di bawah pimpinan Ibu Khofifah di bidang ekonomi, investasi, maupun masyarakat atau kebudayaan dan pendidikan sudah mencapai hasil yang sangat luar biasa, terutama lebih banyak perusahaan-perusahaan Tiongkok investasi di Jawa Timur.”




