Perkuat Edukasi ASI Eksklusif, TP PKK Makassar Dorong Penurunan Stunting Lewat Pekan Ibu Menyusui Dunia 2026

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Dalam rangka memperingati Pekan Ibu Menyusui Dunia 2026, Tim Penggerak PKK Kota Makassar menggelar edukasi ASI eksklusif selama tiga hari, 4–6 Agustus 2026, dengan melibatkan 300 peserta yang terdiri dari ibu hamil dan kader PKK dari seluruh kecamatan di Kota Makassar. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pengetahuan dan kesiapan ibu hamil serta kader PKK dalam mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif guna menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.

Kegiatan ini merupakan program kerja Pokja IV TP PKK Kota Makassar yang berkolaborasi dengan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Sulawesi Selatan dan Dinas Kesehatan Kota Makassar. Selama pelaksanaan, peserta mendapatkan materi komprehensif mulai dari persiapan menyusui sejak masa kehamilan, teknik menyusui yang benar, manfaat ASI eksklusif, hingga pemantauan kesehatan ibu dan anak. Seluruh rangkaian dikemas secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan sesi tanya jawab.

Ketua Bidang IV TP PKK Kota Makassar, Prof. Dr. Nurlina Subair, menegaskan bahwa keberhasilan program ASI eksklusif tidak hanya bergantung pada ibu menyusui, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga, tenaga kesehatan, kader, dan lingkungan sekitar.

“Melalui kegiatan ini kami berharap para ibu hamil semakin percaya diri mempersiapkan proses menyusui sejak masa kehamilan. Kader PKK juga diharapkan dapat menjadi pendamping sekaligus penyampai informasi yang benar kepada masyarakat sehingga semakin banyak bayi mendapatkan haknya atas ASI eksklusif,” jelas Nurlina saat menutup kegiatan.

Sementara itu, Ketua Pokja IV TP PKK Kota Makassar yang juga Ketua AIMI Sulawesi Selatan, Indira Purnamasari, menyampaikan bahwa Pekan Ibu Menyusui Dunia menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendukung keberhasilan menyusui sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak serta menekan angka stunting.

“Dengan memberikan ASI sejak dini, kita tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi bayi, tetapi juga berkontribusi dalam menurunkan risiko stunting, meningkatkan daya tahan tubuh, serta melahirkan generasi yang lebih sehat dan berkualitas. Karena itu, kegiatan ini diharapkan menjadi penyemangat bagi para ibu hamil yang hadir sekaligus mendorong mereka untuk membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga dan masyarakat di sekitarnya, sehingga angka stunting juga dapat ditekan,” kata Indira.

Indira menambahkan bahwa ASI merupakan anugerah terbaik yang dimiliki setiap ibu karena tidak hanya menyediakan nutrisi yang paling sempurna, tetapi juga membangun ikatan emosional yang kuat antara ibu dan anak serta memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit sejak awal kehidupan.

Dalam sesi materi, narasumber dari AIMI Sulawesi Selatan sekaligus Ketua AIMI Luwu Timur, Yuni Fitriyani Natsir, memaparkan panduan SELAMI Menyusui yang membantu ibu hamil mempersiapkan proses menyusui sejak masa kehamilan hingga bayi berusia dua tahun atau lebih.

Yuni menjelaskan bahwa persiapan ini mencakup membangun niat, pengetahuan, serta dukungan keluarga. Selain itu, peserta dibekali edukasi tentang manfaat ASI, pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), teknik pelekatan bayi yang benar, pentingnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama, serta manajemen menyusui seperti cara memerah dan menyimpan ASI bagi ibu yang beraktivitas atau bekerja.

“Keberhasilan menyusui dimulai sejak masa kehamilan, bukan setelah bayi lahir. Karena itu, ibu perlu membekali diri dengan pengetahuan yang benar, membangun kepercayaan diri, dan melibatkan suami maupun keluarga sebagai sistem pendukung. Dengan persiapan yang baik, proses menyusui akan lebih optimal sehingga bayi dapat memperoleh haknya atas ASI eksklusif sebagai awal kehidupan yang sehat,” ujar Yuni.

Ia juga menekankan pentingnya melanjutkan pemberian ASI hingga usia dua tahun atau lebih dengan didampingi Makanan Pendamping ASI (MPASI) berkualitas. Materi yang disampaikan juga mengulas anatomi payudara, proses produksi ASI, tanda-tanda bayi memperoleh ASI yang cukup, mitos dan fakta seputar menyusui, peran keluarga dalam mendukung keberhasilan menyusui, serta solusi mengatasi tantangan seperti puting lecet dan payudara bengkak.

Peran Buku Kesehatan Ibu dan Anak dalam Pemantauan

Materi tambahan disampaikan oleh Penyuluh Dinas Kesehatan Kota Makassar, Nuraeni, yang membahas Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sebagai panduan utama bagi ibu hamil untuk memantau kondisi kesehatan sejak kehamilan hingga tumbuh kembang anak.

“Buku KIA memuat informasi lengkap mengenai jadwal pemeriksaan kehamilan, pemantauan pertumbuhan janin, tanda bahaya kehamilan, persiapan persalinan, pemberian imunisasi, pemantauan status gizi, hingga tahapan tumbuh kembang anak sesuai usianya,” sebut Nuraeni.

Ia mengimbau agar setiap ibu selalu membawa Buku KIA saat memeriksakan kehamilan agar seluruh riwayat kesehatan ibu dan anak dapat dipantau secara berkesinambungan oleh tenaga kesehatan.

Melalui kegiatan edukasi ini, TP PKK Kota Makassar berharap pengetahuan yang diperoleh para peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan diteruskan kepada masyarakat luas demi terciptanya generasi yang lebih sehat dan berkualitas.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran dan Oman Sepakati Koordinat Rute Pelayaran Selat Hormuz
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Indonesia Ajukan 5 Langkah Lindungi Al Aqsa, Yerusalem, dan Palestina
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Aion UT Black Diperkenalkan, Harga Mulai Rp299 Juta
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Masyarakat Wajib Tahu, Ini Perbedaan Pindar Legal dan Pinjol Ilegal
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Kesennuma Minato Matsuri 2026, Festival yang jadi simbol Persahabatan Indonesia dan Jepang
• 23 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.