Kinerja Industri Alas Kaki Masih Positif, Bisa Serap 966.147 Tenaga Kerja

kumparan.com
17 jam lalu
Cover Berita

Industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki tumbuh 11,30 persen pada kuartal II 2026 secara tahunan atau year on year (yoy). Sekretaris Jenderal Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Yoseph Billie Dosiwoda, mengatakan angka tersebut juga meningkat dibandingkan pertumbuhan kuartal I 2026 yang sebesar 5,28 persen.

“Pertumbuhan dua digit ini menunjukkan bahwa industri alas kaki nasional bukan hanya mampu bertahan, tetapi juga terus berkembang di tengah ketidakpastian perdagangan global,” ujar Billie dalam keterangan tertulis, Kamis (6/8).

Menurutnya, capaian ini juga menjadi modal penting untuk membangun optimisme pelaku usaha, menjaga keberlanjutan investasi, dan memperluas penyerapan tenaga kerja.

Secara kumulatif, kelompok industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki tumbuh 8,25 persen sepanjang semester I 2026. Sementara secara kuartalan atau quarter to quarter (qtq), industri ini masih mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 2,72 persen.

Kemudian dari sisi ketenagakerjaan, kelompok industri kulit dan alas kaki menyerap sekitar 966.147 tenaga kerja hingga Februari 2026. Angka tersebut bertambah 45.061 orang atau sekitar 4,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sebanyak 845.511 pekerja atau sekitar 87,5 persen merupakan tenaga kerja formal, sedangkan 120.636 lainnya merupakan pekerja informal, dengan sumbangan 4,82 persen dari total tenaga kerja di sektor industri pengolahan nonmigas.

“Industri alas kaki merupakan industri padat karya yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Setiap peningkatan pesanan dan kapasitas produksi akan berpengaruh pada penyerapan tenaga kerja, pendapatan rumah tangga, serta aktivitas ekonomi di wilayah industri,” ujar Billie.

Dari sisi kinerja ekspor pada 2025 lalu, nilai ekspor alas kaki Indonesia mencapai USD 7,98 miliar atau naik 9,54 persen dibandingkan 2024, dengan volume ekspor sekitar 601 juta pasang.

Sementara pada Januari-Maret 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat komoditas alas kaki menjadi salah satu penyumbang utama surplus perdagangan nonmigas Indonesia dengan Amerika Serikat, yaitu sekitar USD 1,49 miliar.

Kemudian dari sisi investasi, realisasi investasi kelompok industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki mencapai Rp 25,83 triliun sepanjang 2025 atau meningkat hampir 70 persen dibandingkan realisasi 2024 sebesar Rp 15,20 triliun. Sementara pada kuartal I 2026, realisasi investasi telah mencapai sekitar Rp 5,83 triliun.

“Data menunjukkan bahwa industri alas kaki memiliki peluang yang sangat besar. Tantangan tetap ada, tetapi tidak boleh mengurangi optimisme. Dengan kebijakan yang mendukung daya saing dan komitmen industri untuk terus meningkatkan produktivitas, kami yakin semester II 2026 dapat menjadi periode konsolidasi sekaligus ekspansi,” tutup Billie.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Buaya Hitam 3 Meter Terjerat Jaring di Kendari, Warga Gelar Ritual Adat Tolak Bala
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
Di Balik Roy Suryo-Dokter Tifa dan Polemik Ijazah Jokowi, Mahfud MD: Saya Lihat Kasus Ini Aslinya...
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Veda Ega Pratama Bidik Hasil Terbaik di Moto3 Inggris 2026, Makin Percaya Diri di Paruh Kedua Musim
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Eksepsi Dikabulkan, Pilot Karawang Terdakwa Penerbangan Gelap Bebas dari Tahanan
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Beredar Info Iran dan Proksinya Siap-siap Serang Arab Saudi!
• 4 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.