JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) telah memperkuat kerja sama dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pembangunan Indonesia Forest and Land Fire Management Center di Daops Manggala Agni Sumatera XVII/OKI, Sumatera Selatan.
Raja Juli menyebut, pusat pengendalian ini diharapkan memperkuat kapasitas Indonesia dalam menghadapi ancaman karhutla yang semakin kompleks akibat perubahan iklim.
“Karena asap hasil kebakaran hutan itu tidak mengerti wilayah administratif. Kebakarannya di OKI, tapi bisa dirasakan di daerah lain, bahkan sampai luar negeri. Asap itu bisa melampaui lintas batas negara,” ujar Raja Juli dalam siaran pers, Kamis (6/8/2026).
Baca juga: Diperintah Prabowo Tanam Ratusan Juta Pohon, Ini Kata Menhut Raja Juli
Raja Juli menjelaskan, kerja sama Indonesia dan Korsel di bidang pengendalian karhutla akan terus diperluas.
Pasalnya, dia mengingatkan, dampak kebakaran hutan tidak berhenti pada batas administrasi suatu daerah maupun negara.
Menurutnya, asap karhutla dapat menyebar ke berbagai wilayah hingga melintasi batas negara, sehingga membutuhkan kolaborasi internasional dalam upaya pencegahan dan penanganannya.
Raja Juli juga mengatakan, pengalaman Indonesia dalam menghadapi karhutla terus menunjukkan perbaikan dari tahun ke tahun.
Dia mengungkapkan, pemerintah menargetkan luas kebakaran hutan dan lahan tetap dapat ditekan, meski tahun ini dihadapkan pada ancaman El Nino yang datang lebih cepat akibat perubahan iklim.
“Mudah-mudahan tahun ini kita bisa membuktikan bahwa meskipun El Nino datang lebih cepat, angka karhutla jauh lebih rendah dibandingkan 2023, dengan dampak yang seminimal mungkin bagi masyarakat,” ucap Raja Juli.
Baca juga: Menhut hingga BMKG Menghadap Prabowo Bahas Karhutla dan Cuaca Ekstrem
Sementara itu, Korea Indonesia Forest Center (KIFC) Co-Director Jeong Cheol-Ho mengatakan pusat pengendalian kebakaran hutan tersebut merupakan hasil dari kolaborasi yang telah dibangun kedua negara selama lima tahun terakhir.
Cheol-Ho menjelaskan, Indonesia dan Korsel selama ini saling berbagi teknologi, pengalaman, serta praktik terbaik dalam pengendalian kebakaran hutan hingga akhirnya melahirkan Indonesia Forest and Land Fire Management Center.
“Lima tahun lalu kita duduk bersama untuk mencari cara terbaik mengatasi kebakaran hutan di Indonesia. Kita berbagi ide, teknologi, dan pengalaman. Hari ini hasil dari kerja keras kita adalah Pusat Manajemen Kebakaran Hutan ini. Tapi yang lebih berharga dari fasilitas ini adalah semangat, pikiran, dan kerja sama yang ada di dalamnya,” kata Cheol-Ho.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




