Di tengah ancaman El Nino kuat yang diperkirakan membuat musim kemarau lebih kering dan panjang, kimpul mendadak mencuri perhatian. Umbi-umbian yang belakangan ramai dibicarakan warganet ini berpotensi menjadi pengganti beras yang tahan terhadap perubahan iklim.
Praktisi Pengembangan Masyarakat dan Ketahanan Pangan Haryanti Koostanto mengatakan bahwa umbi-umbian umumnya memiliki daya tahan yang baik terhadap kondisi iklim, terutama saat cuaca kering. Maka itu, konsumsi umbi-umbian di Asia, menurut dia, berpotensi meningkat dalam beberapa dekade ke depan seiring perubahan iklim.
“Umbi-umbian dapat mendorong penggantian tanaman lain yang lebih rentan, seperti jagung dan padi,” ujar kata Haryanti dalam diskusi bertajuk Pangan Lokal: Resolusi Ketahanan Pangan Berkeadilan dan Berkelanjutan, Kamis (6/8).
Kimpul termasuk umbi-umbian yang mudah tumbuh di daerah tropis maupun subtropis, baik di lahan lembap maupun kering. Tanaman ini dapat tumbuh pada ketinggian sekitar 0-1.300 meter di atas permukaan laut.
“Pada musim kering, kelihatannya hilang, tapi nanti muncul lagi. Tidak usah disiram, tidak usah dikasih pupuk, dia ini survive,” ujarnya.
Saat musim kemarau, kimpul umumnya ditanam di sawah maupun pekarangan sebagai tanaman palawija, yakni kelompok tanaman pangan selain padi yang menjadi alternatif ketika ketersediaan air terbatas. Kimpul juga dapat dibudidayakan dengan sistem tumpang sari di bawah tegakan tanaman perkebunan maupun kehutanan.
Mengutip artikel ilmiah Diversifikasi Kimpul menjadi Getuk Panggang sebagai Inovasi Produk Unggulan Pokdarwis Bokoharjo (2022), kimpul mengandung karbohidrat, pati, serat pangan, mineral, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin C, riboflavin, serta vitamin A. Namun, kandungan protein dan kalorinya relatif lebih rendah dibandingkan beberapa jenis umbi lainnya.
Dengan kandungan serat pangan yang tinggi, kimpul berpotensi membantu menurunkan risiko kanker. Kandungan nutrisinya juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan kulit, mendukung sistem kekebalan tubuh, serta membantu menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol.




