HARIAN.FAJAR.CO.ID, GIANYAR — Persebaya Surabaya keluar sebagai juara Piala Presiden 2026 setelah menaklukkan Persib Bandung melalui drama adu penalti dengan skor 6-5 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026).
Kedua tim bermain imbang 1-1 selama 90 menit. Skor tersebut tidak berubah hingga babak tambahan waktu berakhir sehingga penentuan juara harus dilakukan melalui adu penalti.
Bagi Persebaya, keberhasilan tersebut menjadi pencapaian penting. Trofi Piala Presiden 2026 sekaligus menjadi gelar perdana Bernardo Tavares bersama Bajul Ijo.
Pelatih asal Portugal itu mampu membawa Persebaya melewati persaingan ketat hingga partai puncak sebelum akhirnya mengangkat trofi setelah mengalahkan salah satu tim terkuat Indonesia, Persib Bandung.
Sananta Bawa Persebaya Unggul
Persebaya membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-20.
Ramadhan Sananta berhasil memanfaatkan umpan Rahmat Irianto untuk membobol gawang Persib Bandung. Gol tersebut menjadi momentum penting bagi Green Force yang tampil berani menghadapi Maung Bandung.
Namun, keunggulan Persebaya tidak bertahan lama.
Lima menit berselang, Persib Bandung berhasil menyamakan kedudukan melalui Patricio Matricardi. Bek asal Argentina tersebut menuntaskan umpan pendek hasil tandukan Uilliam Barros untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Setelah kedudukan kembali imbang, pertandingan berlangsung semakin terbuka. Kedua tim saling melancarkan serangan, tetapi tidak ada gol tambahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Persib mencoba meningkatkan tekanan. Adam Alis menjadi salah satu pemain yang aktif mengalirkan serangan ke pertahanan Persebaya.
Sementara itu, Green Force mengandalkan kecepatan Malik Risaldi serta permainan bola panjang untuk mencari celah di lini belakang Persib.
Persebaya sempat mendapatkan peluang melalui Yuran Fernandes. Namun, bola hasil peluang tersebut berhasil diselamatkan Adam Alis yang berdiri tepat di garis gawang.
Hingga 90 menit pertandingan berakhir, kedua tim tetap bermain imbang 1-1.
Mariano Peralta Masuk, Persib Tambah Daya Gedor
Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, kemudian melakukan perubahan pada menit ke-70.
Rekrutan anyar Maung Bandung, Mariano Peralta, masuk menggantikan Luka Menalo.
Peralta sebelumnya menjadi perhatian karena baru menjalani debut bersama Persib pada semifinal melawan Persija Jakarta. Saat itu, penyerang asal Argentina tersebut hanya mendapat menit bermain singkat.
Di partai final, Peralta akhirnya mendapatkan kesempatan lebih panjang.
Masuknya pemain baru tersebut diharapkan mampu memberikan energi tambahan bagi lini serang Persib. Peralta beberapa kali mencoba bergerak dari sisi kanan untuk mencari ruang di pertahanan Persebaya.
Namun, kehadirannya belum mampu membawa Persib mencetak gol kedua.
Pertandingan pun berlanjut ke babak tambahan waktu.
Debut Mengecewakan Mariano Peralta
Drama justru terjadi pada babak tambahan waktu.
Persib Bandung harus bermain dengan 10 pemain setelah Mariano Peralta menerima kartu merah pada menit ke-112.
Kartu merah tersebut menjadi akhir yang mengecewakan bagi debut panjang Peralta bersama Persib.
Alih-alih menjadi pembeda di lini serang, pemain anyar asal Argentina itu justru meninggalkan lapangan lebih awal ketika timnya sedang membutuhkan pemain untuk mencari gol kemenangan.
Meski kehilangan satu pemain, Persib mampu mempertahankan skor hingga extra time berakhir.
Persebaya sebenarnya memiliki kesempatan untuk memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, tetapi pertahanan Persib tampil disiplin hingga peluit panjang berbunyi.
Skor 1-1 bertahan selama 120 menit.
Persebaya Menang dalam Drama Adu Penalti
Penentuan juara akhirnya harus dilakukan melalui adu penalti.
Drama dari titik putih berlangsung menegangkan. Persebaya berhasil mencetak enam gol dari tujuh eksekutor.
Miguel Pereira, Risto Mitrevski, Yann Mabella, Diego Ramalho, Jose Mota, dan Gledson Paixao sukses menjalankan tugas mereka.
Satu-satunya eksekutor Persebaya yang gagal adalah Yuran Fernandes.
Sementara dari kubu Persib, Patricio Matricardi, Ramon Tanque, Kakang Rudianto, Julio Cesar, dan Dedi Kusnandar berhasil mencetak gol.
Persib gagal melalui eksekusi Uilliam Barros dan Hamra Hehanussa.
Persebaya akhirnya menang 6-5 dan memastikan trofi Piala Presiden 2026 menjadi milik mereka.
Kemenangan tersebut sekaligus menutup perjalanan Persebaya di turnamen dengan sempurna.
Bagi Bernardo Tavares, trofi ini menjadi buah dari kerja kerasnya bersama Green Force sekaligus menjadi gelar perdana yang dipersembahkan untuk Persebaya.
Sementara bagi Persib, kegagalan mempertahankan keunggulan mental dalam drama penalti membuat ambisi meraih trofi kedua Piala Presiden harus tertunda.
Adapun bagi Mariano Peralta, pertandingan final tersebut menjadi debut yang sulit dilupakan. Pemain anyar Persib itu mendapatkan kesempatan tampil lebih lama, tetapi harus mengakhiri pertandingan dengan kartu merah dan melihat timnya gagal mengangkat trofi juara.





