Ini 5 Alasan Kabin Wuling Aira ev Terasa Lebih Praktis

kumparan.com
10 jam lalu
Cover Berita

Mobil listrik (EV) mungil sering kali identik dengan ruang kabin yang terbatas. Melihat dimensi Wuling Aira ev yang ringkas, kesan itu pun sempat muncul sebelum masuk ke dalamnya.

Rasa penasaran itu coba dijawab dengan langsung duduk di balik kemudinya. Tak hanya posisi mengemudi, awak kumparan juga menjajal bangku penumpang depan untuk melihat seperti apa kenyamanan yang ditawarkan mobil setrum teranyar Wuling ini.

Hasilnya, ada beberapa hal yang langsung terasa sejak pertama masuk ke kabin. Mulai dari posisi duduk, material jok, sampai tata letak pengoperasian fitur.

1. Jok Tegak dan Empuk

Hal pertama yang langsung terasa saat duduk di balik kemudi adalah posisi duduknya yang cukup tegak. Headrest pengemudi dibuat tinggi sehingga kepala terasa lebih tersangga, terutama bagi pengemudi dengan tinggi sekitar 170 cm.

Wuling juga tetap mempertahankan jok berbahan fabric. Meski tampil sederhana, bantalan jok terasa cukup empuk saat diduduki dan tidak membuat tubuh cepat pegal. Material ini juga memberikan sirkulasi udara yang lebih baik dibanding pelapis kulit sintetis.

2. Visibilitas Luas

Pandangan ke depan terasa lega berkat kaca depan yang lebar. Ruang kepala juga masih menyisakan sekitar lima jari sehingga kepala tidak terasa dekat dengan atap kabin.

Saat berpindah ke bangku penumpang depan, kesan lapang masih terasa. Posisi duduknya serupa dengan kursi pengemudi alhasil tetap nyaman digunakan untuk perjalanan harian.

3. Pengoperasian Lebih Praktis

Perubahan yang paling terasa dibanding Air ev ada pada posisi tuas transmisi. Kini pengoperasiannya dipindahkan ke tuas di belakang setir sebelah kiri, tangan tidak perlu lagi menjangkau konsol tengah.

Di lingkar kemudi juga tersedia tombol pengaturan audio, telepon, dan shortcut lainnya. Tata letak seperti ini membuat pengemudi lebih mudah mengoperasikan beberapa fungsi tanpa harus banyak mengalihkan perhatian dari jalan.

4. Kabin Sedikit Lebih Luas

Ruang kabin Aira ev terasa sedikit lebih lega sebab wheelbase-nya meningkat 10 cm daripada Air ev. Duduk di bangku belakang dengan tinggi badan sekitar 170 cm masih menyisakan ruang lutut sekitar empat jari, sementara ruang kepala juga masih cukup lega sekitar lima jari.

Material jok belakang dibuat sama dengan baris depan, yakni fabric. Hanya saja, sandaran kepala belakang menyatu dengan jok sehingga tidak bisa diatur ketinggiannya.

5. Banyak Slot Penyimpanan

Ukurannya yang mungil tidak membuat Aira ev kekurangan tempat menyimpan barang. Di area depan tersedia satu slot penyimpanan di atas dasbor, satu kompartemen kecil di bawah dasbor, serta cup holder yang mudah dijangkau dari kursi pengemudi.

Di sisi lain, Wuling juga tetap menyediakan kantong penyimpanan di bagasi belakang. Memang tidak besar, tetapi fungsional untuk menyimpan barang-barang selama perjalanan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Keluarga Besar Kerajaan Gowa Tolak Perda LAD Dicabut, Revisi Pasal Dianggap Bermasalah
• 13 jam laluharianfajar
thumb
Di Tengah Konflik dengan Sarwendah, Ruben Onsu Beri Pesan untuk Ketiga Anaknya
• 24 menit lalugrid.id
thumb
Daur Ulang Botol PET Capai 71 Persen, Kemenperin Dorong Ekonomi Sirkular di Industri Minuman
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Manchester United Umumkan Rekap Bursa Transfer Sementara 2026 dengan Enam Rekrutan Baru
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Kementerian ESDM Tambah PNBP Rp20,98 Miliar dari Lelang Batu bara Sitaan 76.742 Ton
• 4 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.