Pertama di Dunia, Terminal LPG Tanjung Sekong Pertamina Raih Sertifikasi Terminal Hijau

viva.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta,VIVA – PT Pertamina (Persero) kembali mencatatkan capaian penting dalam transformasi bisnis berkelanjutan. Terminal LPG Tanjung Sekong yang dikelola PT Pertamina Energy Terminal (PET), anak usaha PT Pertamina International Shipping (PIS), resmi meraih Green Terminal Label Certification (GTLC) bintang 2 dari Bureau Veritas (BV). 

Sertifikasi ini menjadikan Terminal LPG Tanjung Sekong sebagai terminal LPG pertama di Indonesia dan dunia yang memperoleh predikat tersebut. Penyerahan sertifikat ini dilakukan dalam acara Closing Ceremony Green Terminal Label Certification, yang diselenggarakan di Grand Ballroom PIS. (Rabu, 5/8).

Baca Juga :
Pertamina Patra Niaga Dorong UMKM Penyandang Disabilitas Ciptakan Produk Berkualitas TInggi
KPK Tahan 3 Tersangka Korupsi Digitalisasi SPBU Pertamina, Negara Diduga Rugi Rp322 Miliar

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, mengatakan pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi Pertamina sekaligus Indonesia dalam mendorong pengelolaan terminal energi yang lebih ramah lingkungan. 

"Sertifikasi ini menjadi kebanggaan bagi Pertamina, dan juga bagi Indonesia karena pertama kalinya sebuah terminal LPG mendapatkan sertifikasi Green Terminal Label bintang 2. Ini menunjukkan transformasi Pertamina dalam membangun bisnis yang berkelanjutan bagi masa depan perusahaan maupun lingkungan," ujar Agung.

Pencapaian ini bernilai strategis karena standar Green Terminal diterapkan pada fasilitas energi dengan karakteristik risiko tinggi, terutama dalam kegiatan penyimpanan dan penanganan LPG. Sebagian besar terminal lain yang telah memperoleh sertifikasi GTLC merupakan pelabuhan umum atau terminal peti kemas. 

Sertifikasi tersebut juga kata Agung, menunjukkan kemampuan Pertamina dalam mengintegrasikan keandalan operasional dengan prinsip keberlanjutan.

“Pencapaian ini membuktikan bahwa Terminal LPG Tanjung Sekong tidak hanya beroperasi secara andal, tetapi juga telah menerapkan sistem operasional berkelanjutan yang mencakup aspek energi, lingkungan, digitalisasi, keselamatan, hingga komitmen terhadap pengurangan emisi karbon,” jelas Agung.

Salah satu pengembangan utama dalam program Green Terminal Tanjung Sekong adalah integrasi energi terbarukan melalui pemanfaatan energi surya dan rencana penggunaan hidrogen hijau. Pertamina tengah mengembangkan fasilitas produksi hidrogen hijau berbasis panas bumi oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. di Ulubelu, Lampung, dengan kapasitas produksi hingga sekitar 100 kilogram per hari menggunakan teknologi elektrolisis Anion Exchange Membrane (AEM). 

Hidrogen tersebut direncanakan akan dimanfaatkan di Terminal LPG Tanjung Sekong sebagai bagian dari pengembangan ekosistem hidrogen Pertamina dari hulu hingga hilir. Integrasi energi dari sumber hidrogen hijau tersebut ditujukan untuk meningkatkan porsi pemanfaatan energi terbarukan pada kebutuhan listrik terminal. 

Baca Juga :
Dorong UMKM Binaan Naik Kelas Pertamina Patra Niaga Pakai Strategi Storytelling dan Sentuhan Inklusif
Pegadaian Raih Penghargaan Khusus di Ajang IDX Channel Anugerah ESG 2026
Pertamina Patra Niaga Kasih Bukti Kualitas Produk Lokal Indonesia Berdaya Saing Tinggi

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BRIN Akan Pamerkan 150 Inovasi ke Prabowo, Teknologi Energi hingga Nuklir Jadi Sorotan
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
10 Tiang Listrik Roboh di Jalan Manyar Gresik, Beberapa Kendaraan Tertimpa
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Gunung Semeru di Lumajang Meletus, Semburkan Abu Vulkanik 900 Meter
• 20 jam lalurctiplus.com
thumb
132 Ribu KPM Berhenti Terima Bansos, Cek Status di cekbansos.kemensos.go.id
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Norman Joesoef Diisukan Jadi Wamenhan, Komisi I DPR: Sebaiknya Tunggu Pengumuman
• 44 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.