Rupiah Dibuka ke Rp17.941/USD Jumat Pagi

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini mengalami pelemahan. Rupiah berbalik arah usai sempat menguat terhadap dolar AS kemarin.

Mengutip data Bloomberg, Jumat, 7 Agustus 2026, rupiah berada di level Rp17.941 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun 18 poin atau setara 0,10 persen dari Rp17.923 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp17.914 per USD. Rupiah bergerak menguat dibandingkan pembukaan perdagangan kemarin sebesar Rp17.932 per USD.

Baca Juga :

Dolar AS Menguat Didukung Permintaan Aset Aman dan Kenaikan Imbal Hasil Obligasi

(Ilustrasi. Foto: Dok MI) Rupiah fluktuatif cenderung melemah Analis mata uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan pergerakan rupiah pada hari ini akan fluktuatif namun ditutup melemah. Mata uang Garuda diperikirakan bergerak di rentang Rp 17.920-Rp17.970 per USD.

Ibrahim mengatakan pergerakan rupiah pada hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen dalam negeri dan luar negeri. Penurunan harga energi mendorong investor menurunkan ekspektasi terhadap pengetatan kebijakan moneter lanjutan oleh Federal Reserve.

“Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September sekitar 55 persen, turun dari 67 persen dua hari sebelumnya,” ujarnya.

Menurutnya, pelaku pasar juga masih menantikan rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat sebagai petunjuk arah kebijakan The Fed. Laporan ADP National Employment menunjukkan perekrutan tenaga kerja sektor swasta pada Juli melambat, sementara perhatian kini tertuju pada laporan nonfarm payrolls yang akan dirilis pada Jumat.

Dari dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 yang mencapai 5,29 persen menjadi sentimen positif. Meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan kuartal I 2026, angka tersebut melampaui ekspektasi pasar sehingga pertumbuhan ekonomi semester I 2026 tercatat sebesar 5,45 persen.

Selain itu, perhatian pelaku pasar sepanjang Agustus tidak hanya tertuju pada hasil peninjauan indeks MSCI, tetapi juga pengumuman FTSE Russell pada periode 10–14 Agustus 2026.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
[FULL] Senjata Api Ditemukan di Yayasan Sekolah, Pramono: Beri Contoh Tidak Baik | KOMPAS SIANG
• 3 menit lalukompas.tv
thumb
Pramono Peringatkan Penyedia Jasa Swasta yang Buang Sampah Sembarangan: Kami Umumkan ke Publik
• 18 jam laluokezone.com
thumb
Istana Sebut Belum Ada Surpres Calon Gubernur BI: Prabowo Banyak Berdiskusi
• 23 menit lalukumparan.com
thumb
Betrand Peto Debut Akting di Sinetron Ternyata Ini Cinta, Ngaku Keluar dari Zona Nyaman
• 6 jam laluintipseleb.com
thumb
Istana Soal Reshuffle Kabinet: Kalau pun Ada, Prioritasnya Isi Jabatan Kosong
• 43 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.