Kuasa Hukum Bantah Isu Paksa Minta Tiket Tambahan Konser Blackpink, Tegaskan Sarwendah Siap Bayar Sendiri

grid.id
5 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Kuasa hukum Sarwendah, Abraham Simon, memberikan klarifikasi terkait isu yang beredar mengenai permintaan tiket tambahan untuk konser Blackpink. Ia menegaskan bahwa kliennya tidak pernah memaksa ataupun memberikan tekanan kepada pihak mana pun demi memperoleh kursi tambahan.

Menurut Abraham, sejak awal tiket konser tersebut hanya dibeli untuk tiga orang, yaitu anak-anak Sarwendah dan seorang berinisial RO. Namun, situasi berubah setelah RO tidak dapat menghadiri konser karena berhalangan.

Abraham menjelaskan bahwa Sarwendah kemudian mengingatkan RO mengenai janjinya kepada anak-anak untuk menyaksikan konser Blackpink bersama.

"Nah, kemarin disampaikan bahwa klien kami yang seolah-olah memaksa ingin mendapatkan satu kursi tambahan. Ini yang perlu kami jelaskan ya. Tiket awalnya dibeli hanya untuk tiga orang. Tiket dibeli hanya untuk tiga orang di situ untuk anak-anak dan RO awalnya ya. Tapi RO berhalangan hadir, kemudian klien kami menyampaikan, ‘Kamu yang janji kan sama anak-anak nonton Blackpink tapi kamu juga yang membatalkan’,” ujar Abraham Simon di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada Kamis (6/8/2026).

Lebih lanjut, Abraham mengatakan bahwa perubahan rencana tersebut memunculkan kekhawatiran dari Sarwendah. Ia merasa tidak tenang apabila kedua putrinya hanya didampingi oleh Betrand Peto atau Onyo di tengah ramainya suasana konser.

Menurutnya, dengan ribuan penonton yang memadati stadion, satu orang pendamping dinilai tidak cukup untuk mengawasi dua anak sekaligus, terutama apabila salah satu harus meninggalkan tempat duduk, misalnya untuk pergi ke toilet.

"Kemudian ditanya, akhirnya karena RO tidak bisa, klien kami bertanya ‘Adi anak-anak hanya ditemani dengan Onyo?’. Logika berpikirnya begini, konser Blackpink itu kan ramai ya, ribuan orang di dalam stadion itu. Kalau hanya Onyo yang bersama dengan dua adik-adiknya, kalau salah satu mau ke toilet seperti apa? Apa mereka harus ditinggal salah satu di tempat duduk, apa harus diboyong semua? Nah, ini yang menjadi kekhawatiran klien kami,” tutur Abraham Simon.

Atas dasar kekhawatiran tersebut, Sarwendah kemudian menanyakan kemungkinan mendapatkan satu kursi tambahan yang masih berada dalam baris (row) yang sama agar ada pendamping lain yang dapat membantu mengawasi anak-anak selama konser berlangsung.

"Itu kenapa akhirnya klien kami bertanya ‘Bisa enggak ada satu row lagi tempat duduk yang satu row?’. Benar klien kami bertanya,” ucap Abraham Simon.

Abraham juga membantah anggapan bahwa permintaan tersebut dilakukan dengan maksud memperoleh fasilitas gratis. Ia menegaskan bahwa Sarwendah bahkan bersedia membeli tiket tambahan tersebut menggunakan uang pribadinya.

"Tetapi satu yang tidak dijelaskan oleh kuasa hukum RO, klien kami menjawab, bertanya, ‘enggak apa-apa aku yang bayar saja’. Ya. Jadi klien kami memang meminta untuk satu seat satu row, tapi klien kami yang akan bayar. Tujuannya apa? Supaya mendampingi orang yang pada saat itu misalkan bertiga kalau salah satu mau ke toilet salah satu tidak perlu ikut, ada yang menjaga,” kata Abraham Simon.

 

Di akhir keterangannya, Abraham menilai bahwa niat kliennya semata-mata demi kenyamanan dan keamanan anak-anak selama berada di lokasi konser. Ia pun menyayangkan munculnya anggapan yang menyebut Sarwendah memberikan tekanan kepada pihak lain.

"Tujuannya baik dan maksudnya pun baik, mau membayar. Tapi kenapa lalu kemudian di-framing klien kami memberikan tekanan katanya,” imbuhnya. (*)

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
[FULL] Kepala Daerah Terjerat OTT KPK, Seriuskah Penegakan Korupsi? | ROSI
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Masalah Terbesar Timnas Indonesia Dibongkar John Herdman
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Maujual Gandeng AXIS Hadirkan Promo Smartphone 5G Bekas dengan Bonus Kuota
• 53 menit lalumediaapakabar.com
thumb
Indonesia-Qatar gagas kolaborasi budaya rayakan 50 tahun diplomatik
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Pria di Jakbar Ditipu Orang Mengaku Polisi, Uang Rp 28 Juta Raib
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.