Pemerintah Diminta Evaluasi Layanan BPJS Kesehatan Usai Kematian Yurizal

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi IX DPR Muhammad Haris meminta pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh pelayanan BPJS Kesehatan.

Hal tersebut disampaikannya usai viral unggahan Yurizal Tri Chaerawan, yang harus menunggu delapan jam untuk mendapatkan ruang perawatan sebelum meninggal dunia.

"Jangan sampai masyarakat merasa bahwa menggunakan BPJS berarti harus menerima waktu tunggu yang panjang tanpa kepastian," ujar Haris dalam keterangannya, Jumat (7/8/2026).

Baca juga: Ada Nakes Berstatus Pelajar yang Ikut-ikutan Komentar Nirempati ke Pasien BPJS

Ia menegaskan bahwa kepastian, kecepatan, dan rasa aman kepada masyarakat merupakan bentuk pelayanan kesehatan yang baik.

"Persoalan ketersediaan tempat tidur, tata kelola rujukan, dan koordinasi antar fasilitas kesehatan harus terus dibenahi agar pelayanan semakin cepat dan berkualitas," ujar Haris.

Sementara itu dari sisi etika, ia menyampaikan keprihatinan atas komentar-komentar nirempati dari para tenaga kesehatan (nakes) kepada Yurizal sebelum meninggal dunia.

Baca juga: Menkes Akhirnya Buka Suara soal Nakes Berkomentar Nirempati ke Pasien BPJS: Hati Saya Sedih...

Menurutnya, kasus tersebut menjadi tamparan bagi dunia kesehatan, terutama dalam etika profesi dan empati kepada pasien.

"Saya sangat prihatin melihat seorang pasien yang sedang berjuang melawan penyakit justru mendapat komentar yang merendahkan dari oknum tenaga kesehatan. Apapun situasinya, pasien adalah manusia yang sedang membutuhkan pertolongan dan penguatan, bukan cibiran ataupun perundungan," ujar Haris.

Kritik dan keluhan dari pasien, kata Haris, seharusnya menjadi bahas evaluasi dalam meningkatkan pelayanan kesehatan.

"Respon yang tepat adalah mendengarkan, mengevaluasi, lalu memperbaiki, bukan membalas dengan komentar yang melukai. Empati adalah bagian yang tidak terpisahkan dari profesionalisme tenaga kesehatan," ujar Haris.

Baca juga: Mayoritas Dokter, KKI Identifikasi 10 Nakes yang Komentar Nirempati ke Pasien BPJS di Medsos

Ia berharap, tragedi yang menimpa Yurizal menjadi pengingat bahwa empati terhadap pasien juga harus dikedepankan.

"Pelayanan kesehatan yang baik bukan hanya menyembuhkan penyakit, tetapi juga menghadirkan empati dan rasa kemanusiaan. Jangan sampai ada lagi pasien yang merasa sendirian ketika mencari pertolongan. Tragedi ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih manusiawi," ujar Haris.

Viral Pasien BPJS Menunggu 8 Jam

Diketahui, kasus ini bermula dari unggahan Yurizal Tri Chaerawan di platform Threads pada 22 Juli 2026. Dalam unggahan tersebut, ia mengaku harus menunggu hingga delapan jam untuk mendapatkan ruang perawatan saat menggunakan layanan BPJS Kesehatan.

Curhatan Yurizal kemudian menjadi viral dan memicu perbincangan luas di media sosial. Namun alih-alih mendapat simpati, ia justru menerima sejumlah komentar bernada nirempati dari warganet.

Baca juga: Anggota DPR: Peserta BPJS Kesehatan Bukan Pasien Kelas Dua

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sebagian komentar tersebut diketahui berasal dari akun yang diduga milik para nakes. Isi komentarnya dinilai tidak menunjukkan empati terhadap kondisi pasien.

Yurizal kemudian dikabarkan meninggal dunia pada 31 Juli 2026. Kabar duka tersebut memicu sorotan publik terhadap etika dan empati nakes dalam berinteraksi dengan pasien, termasuk saat menggunakan media sosial.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Korban Tewas Penembakan di Sekolah Thailand Bertambah Jadi 7 Orang
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BPJS Kesehatan Tondano Gencarkan Prolanis demi Kendalikan Penyakit Kronis
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Semarak Kemerdekaan, Warga Bentangkan Bendera Merah Putih 500 Meter
• 6 jam laludetik.com
thumb
Hoki putra-putri Indonesia segrup dengan Jepang pada Asian Games 2026
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Logo dan Tema Hari Pramuka 2026, Ini Makna dan Link Downloadnya
• 11 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.