Jakarta: Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2026 sebesar USD145,3 miliar atau relatif stabil dibandingkan dengan posisi akhir Juni 2026 yang sebesar USD145,6 miliar. Posisi Juli tersebut hanya turun tipis sebesar USD0,3 miliar dibandingkan dengan akhir Juni 2026.
"Perkembangan posisi cadangan devisa pada Juli 2026 dipengaruhi terutama oleh penerimaan pajak dan jasa serta penerbitan global bond pemerintah," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya di Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat, 7 Juli 2026.
Di sisi lain, perkembangan tersebut terjadi di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah oleh bank sentral Indonesia sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang kembali meningkat.
Baca Juga :
Transaksi QRIS Tembus 12,55 Miliar di Semester I, Nilainya Sentuh Rp600,69 Triliun(Ilustrasi. Foto: Dok MI) Posisi cadangan devisa masih aman BI menyampaikan bahwa posisi cadangan devisa pada akhir Juli 2026 setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," kata Ramdan.
BI meyakini bahwa ke depan, ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.
Di samping itu, BI juga terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Untuk diketahui, posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2026 merupakan kenaikan pertama setelah lima bulan berturut-turut mengalami penurunan.
Setelah mencapai USD156,5 miliar pada akhir Desember 2025, cadangan devisa Indonesia berada dalam tren penurunan hingga menjadi USD144,9 miliar pada akhir Mei 2026. Selama periode tersebut, cadangan devisa menyusut sebesar USD11,6 miliar.
Berdasarkan catatan BI, aliran investasi portofolio asing pada kuartal II 2026 mencatat net inflows sebesar USD8,5 miliar terutama didukung Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Tren ini berlanjut pada triwulan berikutnya atau hingga 20 Juli 2026, terutama dari SBN yang mencatat net inflows sebesar USD0,1 miliar.
Pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juli 2026, suku bunga acuan atau BI-Rate dipertahankan pada level 5,75 persen. Sebelumnya, BI telah menaikkan bunga acuan secara kumulatif sebesar 100 basis poin (bps) pada Mei dan Juni 2026.




