Jakarta (ANTARA) - Badan 3x3 Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi) menggandeng Nico Widmer untuk mengembangkan bola basket 3x3 di tanah air.
Ketua Badan 3x3 DPP Perbasi Santiyani Lestari menjelaskan Widmer adalah CEO sekaligus Co-Founder THRIX yang merupakan agensi 3x3 yang dipercaya oleh Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) dalam pengembangan bola basket 3x3, sehingga kerja sama tersebut akan menguntungkan Indonesia.
"Kami kerja sama dengan THRIX dan menempatkan Nico sebagai penasehat adalah langkah dalam merencanakan secara strategis pengembangan bola basket 3x3 di Indonesia," kata perempuan yang kerap disapa Naniek itu di Jakarta, Jumat.
Lebih lanjut dia menjelaskan, Widmer maupun THRIX memiliki rekam jejak dalam membantu pengembangan bola basket 3x3 di banyak negara, sehingga dinilai berkompeten oleh FIBA maupun pemangku kepentingan.
Naniek menceritakan bahwa langkah awal dalam pengembangan strategis bola basket 3x3 dilakukan dengan menggelar workshop di Kantor DPP Perbasi. Banyak hal didiskusikan dalam kegiatan yang berlangsung pada 4-5 Agustus itu.
"Mulai dengan memetakan bagaimana kondisi bola basket 3x3 Indonesia, kemudian melihat perkembangan secara global, lalu mendiskusikan langkah-langkah strategis yang akan kami ambil dalam menumbuhkembangkan bola basket 3x3 di tanah air," ujar Naniek.
Baca juga: Perbasi kirim tim putri 3x3 untuk Series Tokyo
Hasil diskusi itu, lanjut dia, menjadi gambaran terkait apa yang harus dilakukan oleh Badan 3x3 DPP Perbasi dalam menaikkan level atau kualitas timnas agar bisa bersaing di kancah internasional.
Selain itu, diskusi juga merujuk tentang upaya menuju Olimpiade baik itu melalui babak kualifikasi ataupun melalui pengumpulan poin.
Nico Widmer memuji langkah Perbasi dalam pengembangan bola basket khususnya di 3x3. Menurut dia, semua yang dilakukan sudah di dalam jalur yang tepat.
"Kini bagaimana mencari cara untuk sukses di level internasional, makanya kami bersama-sama menyusun strategi bagaimana mengembangkan bola basket 3x3 tiga tahun ke depan," kata Widmer.
Dia menambahkan, pengembangan akan berfokus untuk memperbanyak talent pool pemain guna mendukung setiap misi dalam mengikuti turnamen internasional.
Sementara itu, dalam workshop yang digelar DPP Perbasi pada 4-5 Agustus, sejumlah pemangku kepentingan turut hadir memberikan sumbangsih pemikiran. Mereka adalah Kepala Program BTN 3x3 Derry Primasta, perwakilan BTN Jeremy Immanuel Santoso, Waketum Bidang SDM Christopher Tanuwidjaja, Manajer Timnas 3x3 Putra Bastian Arif, dan Manajer FIBA Indonesia Rufiana.
Baca juga: Timnas 3x3 putri fokus benahi ketahanan fisik menuju AG 2026
Baca juga: Perbasi genjot peringkat dunia lewat FIBA 3x3 di Batam
Ketua Badan 3x3 DPP Perbasi Santiyani Lestari menjelaskan Widmer adalah CEO sekaligus Co-Founder THRIX yang merupakan agensi 3x3 yang dipercaya oleh Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) dalam pengembangan bola basket 3x3, sehingga kerja sama tersebut akan menguntungkan Indonesia.
"Kami kerja sama dengan THRIX dan menempatkan Nico sebagai penasehat adalah langkah dalam merencanakan secara strategis pengembangan bola basket 3x3 di Indonesia," kata perempuan yang kerap disapa Naniek itu di Jakarta, Jumat.
Lebih lanjut dia menjelaskan, Widmer maupun THRIX memiliki rekam jejak dalam membantu pengembangan bola basket 3x3 di banyak negara, sehingga dinilai berkompeten oleh FIBA maupun pemangku kepentingan.
Naniek menceritakan bahwa langkah awal dalam pengembangan strategis bola basket 3x3 dilakukan dengan menggelar workshop di Kantor DPP Perbasi. Banyak hal didiskusikan dalam kegiatan yang berlangsung pada 4-5 Agustus itu.
"Mulai dengan memetakan bagaimana kondisi bola basket 3x3 Indonesia, kemudian melihat perkembangan secara global, lalu mendiskusikan langkah-langkah strategis yang akan kami ambil dalam menumbuhkembangkan bola basket 3x3 di tanah air," ujar Naniek.
Baca juga: Perbasi kirim tim putri 3x3 untuk Series Tokyo
Hasil diskusi itu, lanjut dia, menjadi gambaran terkait apa yang harus dilakukan oleh Badan 3x3 DPP Perbasi dalam menaikkan level atau kualitas timnas agar bisa bersaing di kancah internasional.
Selain itu, diskusi juga merujuk tentang upaya menuju Olimpiade baik itu melalui babak kualifikasi ataupun melalui pengumpulan poin.
Nico Widmer memuji langkah Perbasi dalam pengembangan bola basket khususnya di 3x3. Menurut dia, semua yang dilakukan sudah di dalam jalur yang tepat.
"Kini bagaimana mencari cara untuk sukses di level internasional, makanya kami bersama-sama menyusun strategi bagaimana mengembangkan bola basket 3x3 tiga tahun ke depan," kata Widmer.
Dia menambahkan, pengembangan akan berfokus untuk memperbanyak talent pool pemain guna mendukung setiap misi dalam mengikuti turnamen internasional.
Sementara itu, dalam workshop yang digelar DPP Perbasi pada 4-5 Agustus, sejumlah pemangku kepentingan turut hadir memberikan sumbangsih pemikiran. Mereka adalah Kepala Program BTN 3x3 Derry Primasta, perwakilan BTN Jeremy Immanuel Santoso, Waketum Bidang SDM Christopher Tanuwidjaja, Manajer Timnas 3x3 Putra Bastian Arif, dan Manajer FIBA Indonesia Rufiana.
Baca juga: Timnas 3x3 putri fokus benahi ketahanan fisik menuju AG 2026
Baca juga: Perbasi genjot peringkat dunia lewat FIBA 3x3 di Batam





