Emas Kelolaan Ekosistem Bullion Capai 150 Ton, Baru BSI (BRIS) dan Pegadaian Kantongi Izin OJK

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

OJK mencatat perkembangan bisnis emas atau usaha bulion (bullion) di Indonesia saat ini tengah berada dalam laju ekspansif dengan tren pertumbuhan yang positif.

Emas Kelolaan Ekosistem Bullion Capai 150 Ton, Baru BSI (BRIS) dan Pegadaian Kantongi Izin OJK. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat perkembangan bisnis emas atau usaha bulion (bullion) di Indonesia saat ini tengah berada dalam laju ekspansif dengan tren pertumbuhan yang positif. Hingga saat ini, baru PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI (BRIS) dan PT Pegadaian (Persero) yang menjadi lembaga jasa keuangan resmi pemegang izin operasional untuk menyelenggarakan bisnis tersebut di tanah air.

Pertumbuhan aktivitas keuangan berbasis komoditas emas ini terus didorong oleh kuatnya permintaan pasar domestik terhadap instrumen investasi alternatif yang aman dan likuid. 

Baca Juga:
Emas Kelolaan Pegadaian Tembus 135 Ton, Bullion Bank Sumbang 33,7 Ton

Meski demikian, otoritas mencatat, pintu masuk bagi pelaku industri baru dalam sektor ini masih sangat selektif demi menjaga stabilitas industri keuangan nasional.

"Selain PT Bank Syariah Indonesia Tbk dan PT Pegadaian (Persero), saat ini belum terdapat lembaga jasa keuangan lain yang memperoleh izin penyelenggaraan kegiatan usaha bulion," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/8/2026).

Baca Juga:
Kemenperin Dorong Industri Perhiasan Nasional Masuk Ekosistem Bank Bullion

Akumulasi portofolio komoditas berharga tersebut mencakup berbagai instrumen layanan keuangan, mulai dari simpanan emas, penitipan emas, pembiayaan emas, hingga aktivitas perdagangan emas. 

Baca Juga:
Indonesia Kaya Emas, Bullion Bank Jadi Kunci Penguatan Kinerja Ekonomi Nasional

Untuk memperkuat fondasi industri ini, OJK bersama kementerian, lembaga terkait, serta pelaku usaha terus mematangkan langkah strategis yang mengacu pada Roadmap Ekosistem dan Kegiatan Usaha Bulion 2026–2031.

Besarnya potensi pasar tecermin dari akumulasi aset emas yang dikelola di bawah ekosistem ini yang telah menembus angka ratusan ton.

Ke depan, regulator berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan pasar ini secara terstruktur melalui kolaborasi lintas sektor sembari memperkokoh sistem proteksi nasabah.

"Saat ini total kelolaan ekosistem emas telah mencapai lebih dari 150 ton emas, dan kegiatan usaha bulion diperkirakan akan terus tumbuh positif seiring meningkatnya minat masyarakat dengan tetap mengedepankan manajemen risiko, prinsip kehati-hatian, serta tata kelola yang baik," ujar Agusman.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Di Balik Sosok Perannya, Febby Rastanty Ungkap Luka Masa Kecil yang Kelam
• 6 jam laluintipseleb.com
thumb
Menteri Perhubungan sebut Perpres Ojol Terbit Sebelum 17 Agustus
• 18 jam lalukatadata.co.id
thumb
Dari Eksperimen ke Keseharian: Zankore by Indosat Siap Wujudkan Masa Depan AI untuk Semua
• 4 jam laluerabaru.net
thumb
Angkat Isu Kekerasan Anak, Film Memburu Pemangsa Bawa Misi Sosial Penting
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pasien BPJS Dihina Buntut Curhat Tak Dapat Ruangan, Menkes Minta Dokter-Nakes Empati
• 20 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.