Nakes NZ yang Hina Pasien BPJS Ternyata Anak Anggota DPRD Tasikmalaya, Sang Ayah Ngaku Terpukul Sampai Mau Nangis

grid.id
6 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Kasus pasien BPJS dihina para nakes usai curhat di media sosial masih terus jadi sorotan. Salah satu nakes yang menulis komentar jahat ternyata anak anggota DPRD. Bagaimana nasibnya sekarang?

Belakangan media sosial dihebohkan dengan kasus pasien BPJS dihina nakes. Pasien tersebut diketahui bernama Yurizal Tri Chaerawan yang berasal dari Bogor, Jawa Barat.

Yurizal awalnya curhat di platform Threads soal dirinya yang belum mendapatkan kamar perawatan di rumah sakit.

"8 jam blm dapat ruangan. Gamau spill RS nya, soalnya gue pake BPJS," tulis Yurizal di akun threads-nya pada 22 Juli 2026 lalu.

Unggahan tersebut kemudian ramai dikomentari oleh warganet. Namun, sejumlah komentar bernada sindiran yang muncul ternyata berasal dari tenaga kesehatan, termasuk dokter dan perawat.

Sembilan hari setelah postingan tersebut diunggah, Yurizal dikabarkan meninggal dunia akibat terlambat mendapat penanganan. Imbasnya, para nakes yang tadi menghina korban langsung mendapat kecaman dari masyarakat.

Salah satu nakes yang ikut melontarkan komentar jahat adalah wanita berinisal NZ. Mengutip TribunWow, NZ berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya.

Di Threads, NZ sempat menghina Yurizal sebagai orang miskin dan kata-kata tak pantas lainnya.

"Yuris orang miskin harta miskin akal tapi pengin diistimewain. 8 jam sangat sangat wajar apalagi kt lo itu RS rujukan nasional. boleh gue bilang sesuatu? LO G***** BANYAK B****," tulisnya.

Nakes NZ Ternyata Anak Anggota DPRD Tasikmalaya

Usut punya usut, nakes berinisial NZ yang ikut menghina dan merendahkan pasien BPJS Yurizal ternyata merupakan anak seorang pejabat. Melansir Tribun Jabar, ayah NZ diketahui bernama Ade Lukman, Anggota DPRD dari Fraksi PAN Kota Tasikmalaya.

 

Ade Lukman pun mengaku sangat terpukul hingga kaget, usai anak pertamanya viral akibat berkata kasar ke pasien BPJS di media sosial Threads beberapa waktu lalu.

"Oh Nurma yang di rumah sakit bener anak saya, bahkan saya kaget, asa tersedak (kaya tersedak), dan terpukul sekali yang namanya orang tua, kaya mau nangis saya dengarnya," ucap Ade dikonfirmasi TribunPriangan.com, Rabu (5/8/2026).

Awalnya, Ade mendapatkan informasi ini dari adiknya. Ia pun baru mengetahui bahwa putrinya viral setelah berangkat kerja ke kantornya.

"Kebetulan tadi pagi sudah berangkat kerja, dan belum sempat ngobrol apa-apa, dan sekarang baru datang dari rumah sakit, belum diinterograsi kaya gimana," kata Ade.

Sadar bahwa anaknya telah menyakiti hati rakyat, Ade meminta NZ supaya lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Ia tak ingin kejadian serupa terulang kembali.

"Jadi begini masalahnya saya menginginkan cara bermedsos harus yang bijak, harus standar umum jangan melabrak aturan yang sudah dibuat, termasuk masalah UU ITE seperti itu harapan saya," jelasnya.

Menurutnya masalah medsos tidak bisa dibendung yang pada akhirnya sebagai masyarakat harus bisa mengelola media sosial dengan bijak.

"Saya tentu kaget dan sedih sebagai orang tua, dan kebetulan ini anak pertama dari empat bersaudara," tegasnya.

Ditanyai sosok anak pertamanya ini, ia mengaku memang jarang berkomunikasi setiap hari. Karena tempat tinggalnya berbeda dan memiliki dua rumah.

"Jadi gini kedekatan biasa saja, dan kebetulan saya tinggal di Gobras Tamansari, kadang si Kakak di Sumelap jadi jarang komunikasi secara intens," jelas Ade.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pun meminta Wali Kota Tasikmalaya menjatuhkan sanksi kepada tenaga kesehatan (nakes) apabila terbukti melontarkan ucapan yang tidak semestinya kepada pasien BPJS.

 

Menurut Dedi, tenaga kesehatan sebagai bagian dari pelayanan publik harus menjaga sikap dan perkataan, terutama ketika berhadapan dengan pasien maupun keluarga pasien. Terlebih, dugaan perkataan tidak pantas tersebut disebut terjadi terhadap pasien yang telah meninggal dunia.

"Artinya di bawah kewenangan wali kota. Nanti saya minta wali kota memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku ya."

"Jadi tidak boleh namanya pelayan kemudian mengungkapkan, menyampaikan perkataan yang tidak pantas, apalagi pada pasien yang meninggal," jelas pria yang kerap disapa KDM itu. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menkum Targetkan Kerja Sama dengan 1.000 LBH pada 2027
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
"Burnout" di Balik Hilangnya Empati Tenaga Kesehatan...
• 13 jam lalukompas.com
thumb
48 Jam Penentu Timur Tengah! Iran Siap Buka Selat Hormuz, Tapi Satu Keputusan Bisa Picu Perang Besar
• 10 jam laluerabaru.net
thumb
Pegawai RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya Hina Pasien BPJS Mengundurkan Diri
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Genjot inovasi, Presiden ingin investasi besar di bidang pendidikan
• 16 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.