REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Guru Besar Lifestyle Medicine, Prof Dr dr Dasaad Mulijono, SpJP(K), tangannya tiba-tiba gemetar. Hal itu terjadi ketika ia sedang menulis. Tulisannya sebagai respons sedang berduka. Dasaad berduka ketika mendapat kabar seorang pasien BPJS Kesehatan bernama Yurizal Tri Chaerawan (29 tahun) meninggal dunia.
Yang membuatnya sedih, Yurizal malah kena cibir tenaga kesehatan (nakes) saat sedang berobat atas penyakit yang dideritanya. "Innalillahi wainnailaihi raji’un. Kepada ayah, ibu, dan keluarga yang ditinggalkan Yurizal, izinkan saya menunduk. Izinkan saya, atas nama jas putih yang saya kenakan lebih dari dua dekade, memohon maaf," ucap Dasaad di Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Baca Juga
Pramono Minta Tindak Nakes DKI yang Ikut Cibir Pasien BPJS Meninggal
BPJS Kesehatan: Peserta JKN Tetap Berhak Dilayani Meski Kamar Penuh
Respons Kasus Pasien BPJS Yurizal Meninggal dan Viral Dirundung Nakes, Menkes: Saya Merasa Gagal
Pada 22 Juli 2026, pasien asal Bogor, Jawa Barat, ini dari atas ranjang rumah sakit, menulis satu kalimat sederhana. Yurizal berkeluh karena harus delapan jam menunggu di ruang perawatan. Sang pasien bahkan tidak berani menyebut nama rumah sakitnya.
Karena ia tahu dirinya "pasien BPJS". Sembilan hari kemudian, tepatnya pada 31 Juli 2026, Yurizal berpulang. Keluarga menyebut ada keterlambatan penanganan. Di antara dua tanggal itu, yang terjadi bukan pertolongan. Yang datang adalah tawa dari para nakes.