HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Kota Makassar tepanya di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, kembali dipercaya menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI).
Selain menjadi agenda konsolidasi organisasi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan seminar internasional yang akan menghadirkan sedikitnya 249 pemakalah dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia maupun luar negeri.
Ketua Umum IKAPROBSI Pusat, Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd., mengatakan penyelenggaraan Rakernas di Makassar memiliki makna tersendiri bagi perjalanan organisasi.
Menurutnya, Makassar menjadi salah satu kota yang memiliki kontribusi besar dalam perkembangan IKAPROBSI sejak berdiri pada 2005.
“KOPSI dibentuk pada tahun 2005. Hingga hari ini usia organisasi ini sudah tidak muda lagi. Kalau diibaratkan jenjang pendidikan S1, usianya sudah sekitar 21 tahun. Sampai saat ini juga telah terlaksana Rakernas yang ke-10,” ujar Sarwiji saat konferensi pers di Hotel Four Points Makassar, Jumat (7/8).
Ia menuturkan, Makassar bukan kali pertama menjadi tuan rumah Rakernas IKAPROBSI. Sebelumnya, kota ini juga menjadi penyelenggara Rakernas pada 2016, sehingga tahun ini menjadi kali kedua kepercayaan tersebut diberikan kepada Makassar.
Menurut Sarwiji, tidak banyak kota maupun perguruan tinggi yang pernah dua kali dipercaya menjadi tuan rumah Rakernas IKAPROBSI. Karena itu, Makassar memiliki catatan istimewa dalam sejarah perjalanan organisasi yang menghimpun program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia tersebut.
“Penunjukan Makassar sebagai tuan rumah merupakan hasil keputusan Rakernas ke-9 yang berlangsung di Malang. Saat itu, sejumlah daerah seperti Bandung, Samarinda, Bali, Jakarta, dan Makassar mengajukan diri sebagai penyelenggara,” tuturnya.
Karena tidak tercapai kesepakatan melalui musyawarah, pemilihan akhirnya dilakukan melalui mekanisme voting. Hasilnya, Makassar memperoleh dukungan suara yang mengantarkannya menjadi tuan rumah Rakernas tahun ini.
Selain Rakernas, seminar internasional menjadi salah satu agenda utama yang mendapat perhatian. Kegiatan ilmiah tersebut akan menghadirkan tidak kurang dari 249 pemakalah yang akan mempresentasikan hasil penelitian dan gagasan terkait pengembangan pendidikan, bahasa, sastra, serta pembelajaran Bahasa Indonesia.
Para pemakalah akan mengikuti seminar secara luring maupun daring. Kehadiran peserta dari berbagai daerah diharapkan memperkaya pertukaran gagasan sekaligus memperluas kolaborasi akademik antarpeneliti dan perguruan tinggi.
Sarwiji menjelaskan, IKAPROBSI merupakan organisasi nirlaba yang mewadahi program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dari berbagai perguruan tinggi.
Organisasi ini berfokus pada peningkatan mutu pendidikan, pengembangan kurikulum, penelitian, serta penguatan kerja sama antarlembaga.
Dalam rangkaian kegiatan, IKAPROBSI juga akan memberikan penghargaan kepada para akademisi yang dinilai memiliki dedikasi tinggi dalam memajukan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia melalui Anugerah Adikarya Pradana.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada dosen dan insan pendidikan yang berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, baik melalui inovasi pembelajaran, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Ketua Panitia sekaligus Ketua IKAPROBSI Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, Prof. Dr. Andi Sukri Syamsuri, mengatakan Rakernas dan seminar internasional menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi akademik di tengah dinamika perkembangan dunia pendidikan.
Menurutnya, tantangan pendidikan terus berkembang sehingga diperlukan forum yang mampu mempertemukan akademisi untuk bertukar pengalaman, menyampaikan hasil riset, dan merumuskan langkah bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan bahasa dan sastra Indonesia.
“Pemakalah akan hadir secara daring dan luring. Kami berharap forum ini menjadi wadah berbagi gagasan, memperkuat jejaring akademik, serta menghasilkan rekomendasi yang dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan bahasa dan sastra Indonesia di berbagai perguruan tinggi,” ucapnya.(wis)





