Siap-siap! Pemilik Rumah Lebih dari Satu Bakal Dikenai Pajak

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah tengah mengoptimalkan penerimaan negara dengan memperluas basis perpajakan, terutama pada sektor dan kelompok masyarakat yang dinilai belum optimal dalam memenuhi kewajiban perpajakannya.

Direktur Penyusunan APBN Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Rofyanto Kurniawan, mengatakan langkah tersebut bukan berarti menaikkan tarif pajak, melainkan meningkatkan kepatuhan wajib pajak melalui pemanfaatan data dan teknologi.

"Kita berupaya memperluas basis perpajakan. Sektor-sektor atau kelompok yang selama ini belum optimal pembayaran pajaknya akan kita optimalkan," ujar Rofyanto dalam Konsultasi Publik RUU APBN Tahun Anggaran 2027 yang disiarkan secara virtual, ditulis Jumat (7/8/2026).

Sebagai contoh, ia menyinggung kepemilikan rumah lebih dari satu unit. Menurutnya, rumah-rumah tersebut berpotensi menghasilkan pendapatan apabila disewakan atau dikontrakkan sehingga kewajiban perpajakannya juga perlu dipenuhi.

"Contohnya orang punya rumah lebih dari satu, tidak mungkin juga rumahnya ditinggali semua. Pasti ada disewakan dan dikontrakan," ujar dia.

Selain memperluas basis pajak, pemerintah juga terus memperkuat sinergi dengan berbagai instansi untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Integrasi data antarlembaga diharapkan dapat mendukung pengawasan sekaligus meningkatkan efektivitas penerimaan negara.

Rofyanto menjelaskan, pemerintah saat ini juga terus mengembangkan sistem administrasi perpajakan Coretax agar mampu menganalisis data perpajakan secara lebih komprehensif.

"Termasuk juga bagaimana kita melakukan sinergi dengan instansi yang lain dalam mengoptimalkan penerimaan perpajakan dan meningkatkan kepatuhan lewat teknologi," ujarnya.

Baca Juga: Minta Purbaya Dicopot, Ekonom Senior Mengaku Diteror Petugas Pajak

Baca Juga: Aliran Dana Pajak Kendaraan Jabar Tetap Stabil, Dedi Mulyadi: Setiap Hari Tembus Rp26 Miliar

Menurut dia, penyempurnaan sistem Coretax akan memungkinkan pemerintah melakukan analisis data perpajakan secara menyeluruh sehingga potensi penerimaan negara dapat dimaksimalkan.

"Pemerintah sedang mengembangkan Coretax. Ini terus diperbaiki agar bisa menganalisis data perpajakan secara menyeluruh. Jika semua data sudah lengkap, maka penerimaan pajak kita akan bisa maksimal," kata Rofyanto.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Milisi Houthi Serang Arab Saudi, 11 Warga Luka
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Laga Timnas Indonesia vs Singapura Piala AFF 2026: Thom Haye Dikembalikan ke Posisi Asli
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Indonesia Bidik Jadi Pemimpin Diplomasi Kehutanan Dunia, Ini Strateginya
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Perusahaan Jasa Angkut Sampah Nakal Bakal Diumumkan ke Publik
• 17 jam laluliputan6.com
thumb
Timnas Indonesia Lebih Sering Menang atas Singapura: Dari 59 Pertemuan, Garuda Kalahkan The Lions 30 Kali
• 9 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.