Suasana Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Kalijudan, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (7/8/2026), tampak meriah. Dengan iringan musik bernada gembira, para penghuni yang merupakan anak disabilitas dan telantar bergoyang mengikuti irama. Pola tingkah lucu saat menari menimbulkan tawa di antara mereka.
Salah satu penghuni, Omay, penyandang down syndrome, tampak lebih bersemangat di antara yang lain. Saat yang lain sudah ”menyerah” karena lelah, Omay masih tampak bergoyang ditemani Jacky. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian lomba dalam rangka menyambut peringatan HUT Kemerdekaan Ke-81 RI.
Anak-anak yang berpartisipasi dalam lomba ini tampak bersemangat. Mereka menyambut antusias ketika ditunjuk atau diminta untuk mengikuti lomba. Salah satunya Farel (12). Dengan sigap, Farel maju saat diminta ikut lomba lari kelereng. Dengan cekatan, Farel menggigit sendok yang di atasnya diletakkan sebuah kelereng. Farel akan bertanding melawan tiga penantang lainnya.
”Siap…? Ya…,” teriak panitia memberi aba-aba agar peserta memulai lomba. Mendengar aba-aba tersebut, para peserta langsung berjalan cepat. Saking semangatnya, ada peserta yang tidak kuasa menahan kelereng tetap ada di atas sendok. Farel sendiri akhirnya finis di urutan kedua.
Selain Farel yang gembira dengan kegiatan lomba ini, peserta lomba makan kerupuk, Omay, mengaku juga sangat senang dengan kegiatan lomba-lomba ini. Omay, menang lomba makan kerupuk, berharap acara-acara seperti ini sering dilakukan.
Liponsos Kalijudan adalah salah satu unit pelayanan sosial milik Pemerintah Kota Surabaya yang berfokus pada perawatan dan pembinaan anak penyandang disabilitas, terutama anak dengan disabilitas intelektual dan kebutuhan khusus yang telantar atau memerlukan perlindungan sosial.
Liponsos Kalijudan dibentuk untuk memberikan perlindungan kepada kelompok masyarakat rentan. Setiap Liponsos memiliki fungsi yang berbeda sesuai kelompok sasaran. Liponsos Kalijudan secara khusus diperuntukkan bagi anak berkebutuhan khusus.
Dukungan untuk teman. KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA
Lomba membawa kelereng. KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA
Hadiah untuk pemenang lomba. KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA
Penghuni liponsos berasal dari berbagai jalur, seperti hasil penjangkauan satpol PP, rujukan dari liponsos lain (misalnya Keputih), rekomendasi pemerintah daerah, maupun penyerahan sukarela dari keluarga atau masyarakat yang tidak mampu memberikan perawatan. Sebelum menjadi penghuni tetap, dilakukan proses identifikasi untuk mencari keluarga dan menilai kemungkinan reunifikasi.
Lomba-lomba yang dibuat oleh dinas sosial di Liponsos Kalijudan menjadi kebahagiaan sendiri bagi para peserta. Mengambil semangat pejuang dalam merebut kemerdekaan yang tidak mudah menyerah, keikutsertaan mereka membuktikan bahwa semangat perayaan kemerdekaan harus bisa dirasakan semua kalangan secara setara.





