Kisah UMKM Binaan Pertamina yang Tembus Pasar Global dengan Berdayakan Disabilitas

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Kesuksesan sebuah UMKM tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga kemampuan mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Dukungan pembiayaan, peningkatan kapasitas, hingga akses pasar menjadi faktor penting agar pelaku usaha mampu naik kelas dan bersaing, termasuk di pasar internasional.

Perjalanan tersebutlah yang dialami UMKM Narita Shibori, yang bergerak pada produk fesyen asal Bandung. Berawal dari usaha rumahan, bisnis yang didirikan Anarita ini berkembang dengan mengolah kain menggunakan teknik pewarnaan shibori menjadi berbagai produk bernilai tambah.

Di masa awal usaha, keterbatasan modal dan minimnya kesempatan promosi menjadi tantangan utama dalam mengembangkan bisnis.

Perubahan mulai terjadi setelah Narita Shibori bergabung sebagai UMKM binaan PT Pertamina (Persero) pada 2019. Melalui program pembinaan berkelanjutan, perusahaan memberikan dukungan berupa akses pembiayaan, pelatihan melalui UMK Academy, serta kesempatan mengikuti berbagai pameran di dalam maupun luar negeri untuk memperluas pasar.

"Kami mendapat modal kerja untuk produksi, bantuan pemasaran skala nasional hingga internasional, serta pelatihan melalui Pertamina Academy," ujar Anarita, Jumat (87/8/2026).

Program pendampingan tersebut menjadi salah satu pendorong pertumbuhan usaha Narita Shibori. Dalam beberapa tahun terakhir, omzet perusahaan meningkat hampir tiga kali lipat.

Produknya juga tampil di sejumlah pameran berskala nasional seperti Inacraft, SMEXPO, Kriya Nusa, dan Tunjukkan Indonesiamu. Bahkan pada 2024, Narita Shibori memperoleh kesempatan mengikuti DMI Utrecht di Belanda sebagai langkah memperluas akses ke pasar global.

Meski demikian, Anarita menilai keberhasilan usaha tidak semata-mata diukur dari peningkatan omzet maupun perluasan pasar. Menurutnya, bisnis yang bertumbuh juga harus mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.

Prinsip tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan Rumah Hasanah. Selama tiga tahun terakhir, Narita Shibori melibatkan 12 penyandang disabilitas dalam proses produksi.

Hasil karya mereka diolah menjadi berbagai produk fesyen, tote bag, dan kini mulai dikembangkan menjadi produk dekorasi rumah. Saat ini sekitar 10% produksi Narita Shibori berasal dari kolaborasi tersebut.

"Kami sudah tiga tahun berkolaborasi dengan Rumah Hasanah. Karya mereka kami padupadankan menjadi produk fashion, tote bag, dan ke depannya home decor. Karena karya mereka memang layak dihargai," katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Moonton Games terapkan mekanisme “title defender” di MSC 2027
• 2 menit laluantaranews.com
thumb
BPK Dorong Penguatan Tata Kelola Meski Seluruh Entitas Raih Opini WTP
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Balai Labkesmas Makassar Perkuat Integritas dan Tingkatkan Kualitas Layanan Lewat Forum Konsultasi Publik
• 1 jam laluterkini.id
thumb
Prabowo Gembira Lihat Sepatu dan Genteng dari Limbah Sawit serta Sampah
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Link Live Streaming YouTube Piala AFF 2026 Singapura Vs Indonesia: Tampil Menyerang, Garuda Kembali Andalkan Mitchell Baker
• 52 menit laluharianfajar
Berhasil disimpan.