TABLOIDBINTANG.COM - Sarwendah memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai dugaan perundungan yang dialami anak-anaknya. Melalui Instagram Story miliknya, Sarwendah menegaskan bahwa kejadian yang ia maksud dalam podcast bersama Denny Sumargo bukan terjadi di lingkungan sekolah.
Sarwendah menjelaskan, pernyataannya dalam podcast mengenai adanya pembullyan merujuk pada aktivitas di media sosial sekolah serta akun media sosial pribadi anaknya. Menurutnya, komentar dari sejumlah oknum menjadi persoalan yang ia soroti.
Ia juga membantah anggapan bahwa perundungan tersebut berlangsung secara langsung di lingkungan sekolah anak-anaknya.
“Sehubungan dengan pemberitaan yang beredar, mengenai apa yang saya sampaikan dalam podcast bersama Denny Sumargo mengenai adanya pembullyan anak-anak disekolah, saya ingin meluruskan bahwa itu terjadi di akun media sosial sekolah dan akun media sosial pribadi anak saya, yang isinya berupa komentar-komentar tidak pantas dari beberapa oknum," tulis Sarwendah.
Sarwendah menegaskan bahwa pihak sekolah justru memiliki perhatian terhadap keamanan dan kenyamanan para siswa. Ia menyebut sekolah anak-anaknya berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari tindakan perundungan.
“Dan penggiringan opini bahwa perundungan (bullying) itu terjadi di lingkungan sekolah anak-anak saya adalah tidak benar, karena pihak sekolah sangat menjaga lingkungan sekolah dari hal-hal bersifat perundungan," lanjutnya.
Menurut Sarwendah, dukungan dari pihak sekolah menjadi hal yang ia syukuri. Ia menilai komitmen tersebut penting untuk memastikan anak-anak dapat menjalani aktivitas di sekolah dalam suasana yang aman dan positif.
“Saya bersyukur sekolah anak saya, memiliki dukungan dan komitmen yang tinggi untuk menciptakan lingkungan yang aman dan positif bagi anak-anak," ungkapnya.
Di akhir pernyataannya, Sarwendah turut mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memberikan komentar di media sosial, terutama ketika komentar tersebut menyangkut anak-anak.
Ia meminta semua pihak tidak memberikan komentar yang dapat berdampak buruk terhadap anak-anaknya.
“Oleh karena itu saya memohon kepada semua pihak untuk menjaga komentarnya terhadap anak-anak di sosial media," tutup Sarwendah.




