Kapolda Jabar: Perang Melawan Begal Dimulai dari Keluarga dan Lingkungan

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Pipit Rismanto menegaskan, upaya memberantas begal dan berbagai bentuk kejahatan jalanan tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian. Menurutnya, peran keluarga, sekolah, tokoh masyarakat hingga komunitas menjadi kunci untuk mencegah lahirnya pelaku kejahatan sejak dini.

Hal itu disampaikan Pipit usai Konferensi Pers Pengungkapan Kejahatan Jalanan dan Pemusnahan Knalpot Nonstandar, Barang Bukti Narkoba, serta Penyerahan Barang Bukti Kendaraan Bermotor di Mapolda Jawa Barat, Jumat (7/8).

Pipit mengatakan, Polda Jabar tengah menyiapkan program bertajuk "Orang Tua atau Wali Memanggil" sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kepedulian orang tua terhadap aktivitas anak-anak mereka, khususnya pada malam hari.

"Program yang sedang kita siapkan adalah mendorong partisipasi orang tua. Saat ini yang kita lakukan partisipasi pemerintah, tapi partisipasi orang tua, partisipasi guru, partisipasi para tokoh mengingatkan para orang tua dan anak-anak remaja," kata Pipit.

Melalui program tersebut, orang tua didorong memastikan anak-anak sudah berada di rumah pada jam istirahat dan belajar. Jika anak belum pulang pada waktu tertentu, orang tua juga dapat menghubungi aparat kepolisian maupun tim gabungan agar membantu melakukan pencarian dan mengantarkan anak kembali ke rumah.

"Kita juga mendorong orang tua menghubungi pihak kepolisian atau aparat gabungan apabila anak-anak remaja pada jam-jam tertentu tidak pulang dan tidak belajar, maka kami akan membantu mencarinya, mengantar di rumahnya," ujarnya.

Selain keluarga, Pipit juga menilai guru dan tokoh masyarakat memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, pengawasan bersama dapat mencegah remaja terjerumus ke dalam pergaulan yang berujung pada tindak kriminal.

Kolaborasi Ojol Jaga Keamanan Lingkungan

Dia juga menyoroti pentingnya kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk komunitas pengemudi ojek online (ojol). Polda Jabar akan melibatkan para pengemudi ojol sebagai bagian dari penguatan sistem keamanan lingkungan karena mereka beraktivitas hampir selama 24 jam.

"Ojol inilah satu-satunya yang siskamlingnya 1x24 jam. Minimal mereka bisa memberikan informasi tentang adanya kecurigaan-kecurigaan yang mereka lihat dan rasakan," ucapnya.

Ia menambahkan, Polda Jabar akan menempatkan Unit Reaksi Cepat di sejumlah titik rawan untuk mendukung kolaborasi tersebut. Unit itu disiapkan agar dapat merespons cepat laporan masyarakat maupun informasi dari para pengemudi ojol.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah lebih dulu menerapkan komitmen keterlibatan orang tua melalui perjanjian yang ditandatangani saat mendaftarkan anak ke sekolah.

"Setiap orang tua yang memasukkan anaknya ke sekolah itu menandatangani kontrak perjanjian. Di dalamnya anak tidak boleh keluar rumah lebih dari jam 9 malam, tidak menggunakan kendaraan bermotor apabila belum punya SIM, tidak menggunakan knalpot brong, tidak merokok, dan tidak minum minuman keras," kata Dedi.

Menurut Dedi, sinergi antara keluarga, sekolah, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang aman sekaligus mencegah generasi muda terlibat dalam tindak kriminal maupun penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Freeport Berharap Segera Kantongi Persetujuan Perpanjangan Izin Usaha Tambang
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
Prabowo untuk Generasi Penerus: Kuat Hadapi Persaingan yang Keras? Atau Mudah Mengeluh?
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Fazzio Sunset Blue Hybrid x Alkateri, Motor Limited Edition Buat Nyempurnain Look Retro-Future Lo
• 15 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Proyek LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Diresmikan 26 Agustus
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Prabowo: Kecerdasan Bukan dari Sekolah, Kampusnya Bahlil Tak Ada di Google
• 4 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.