DPR Minta Aparat Usut Tuntas Kepemilikan Ratusan Senpi di Sekolah Swasta

jpnn.com
9 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas temuan ratusan senjata api, narkotika, dan kepingan VCD bermuatan pornografi di sebuah sekolah swasta di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Menurut TB Hasanuddin, keberadaan 995 pucuk senjata api di lingkungan sekolah tidak dapat dianggap sebagai persoalan biasa karena jumlahnya sangat besar dan diduga berkaitan dengan pelanggaran prosedur kepemilikan senjata.

BACA JUGA: Polisi Bantah Perbakin soal 995 Senpi di Sekolah Swasta untuk Ekskul Menembak

Temuan berupa sejumlah senjata api dan airsoft gun di salah satu ruangan yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi

"Jumlah itu sangat besar sehingga patut diduga ada prosedur yang dilanggar. Tidak mungkin seseorang memiliki senjata sebanyak itu secara sah," kata TB Hasanuddin dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/8).

BACA JUGA: Selain 995 Senpi hingga CD Video Porno, Masih Ada Bunker Misterius di Sekolah Daerah Jaksel Itu

Politikus PDI Perjuangan itu menilai perkara tersebut menyangkut aspek keamanan negara sekaligus keselamatan masyarakat sehingga penyidik harus mengusutnya hingga tuntas.

Selain menyita senjata api, aparat juga menemukan narkotika. Menurut TB Hasanuddin, kedua barang tersebut merupakan dugaan tindak pidana yang harus diproses sesuai ketentuan hukum.

BACA JUGA: Kata Perbakin soal Temuan 995 Senjata Api di Sekolah Swasta Jaksel

Dia mengingatkan senjata api yang berada di tangan pihak yang tidak berwenang berpotensi mengancam keamanan publik maupun negara. Sementara itu, asal-usul narkotika dan dugaan jaringan peredarannya juga harus diungkap.

TB Hasanuddin meminta penyidik tidak berhenti pada penyitaan barang bukti, tetapi menelusuri sumber seluruh senjata api dan narkotika, termasuk pihak yang menyimpan maupun menguasainya.

"Kasus ini harus dibongkar sampai tuntas. Aparat perlu mengungkap asal senjata api, bagaimana bisa berada di lingkungan sekolah, dari mana narkotika diperoleh, serta siapa saja yang bertanggung jawab. Siapa pun yang terbukti terlibat harus diproses sesuai hukum," tegasnya.

Dia juga mendorong penyidik memeriksa pengurus yayasan dan pengelola sekolah untuk memastikan ada atau tidaknya keterlibatan mereka dalam penyimpanan barang-barang tersebut.

"Semua fakta harus dibuka secara transparan melalui proses penyelidikan dan penyidikan," ujar TB Hasanuddin.

Sebelumnya, aparat menemukan 995 pucuk senjata api di ruang kepala yayasan sebuah sekolah swasta di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada 10 Juli 2026.

Sejumlah senjata yang ditemukan antara lain berkaliber 5,56 mm, 40 mm, 9 mm, kaliber 22, pistol Walther, serta karabin M4. Ratusan senjata itu ditemukan di bunker tersembunyi yang berada di bawah bangunan sekolah dan diduga dibuat oleh mantan Ketua Pengurus Yayasan berinisial IWD.

Hingga kini, Polda Metro Jaya masih melakukan pendalaman untuk mengungkap asal-usul dan kepemilikan seluruh senjata api tersebut.(Kkp/JPNN)


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Kenny Kurnia Putra


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dindikbud Kebut Pendataan 3 Ribu Potensi Cagar Budaya di Kota Serang
• 12 jam laludetik.com
thumb
Maling HP di Bantul Beraksi Sambil Bonceng Istri dan Anak
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Lewat PYP 2026, Pertamina Ajak Mahasiswa Jadi Agen Perubahan Transisi Energi Hingga ke Pelosok
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Perdagangan Orang Masih Mengancam, Posko Pengaduan TPPO Dinilai Perlu
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
Yayasan Sebut Masih Ada Bunker di Sekolah yang Belum Dibuka Polisi
• 17 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.